Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, diwarnai insiden yang memicu perdebatan sengit. Real Madrid berhasil meraih kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Vinicius Junior. Namun, sorotan utama justru tertuju pada aksi rasisme yang dialami pemain asal Brasil tersebut dari suporter dan pemain Benfica.
Aksi Rasisme dan Gol Penentu
Gol kemenangan Vinicius Junior dicetak pada menit ke-78. Usai mencetak gol, Vinicius melakukan selebrasi ke arah bendera sudut. Aksi tersebut memicu pelemparan botol dari arah tribun penonton. Tak hanya itu, pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dilaporkan melakukan ejekan bernada rasisme dengan menyebut Vinicius sebagai ‘monyet’.
Reaksi Mourinho dan Tanggapan Seedorf
Menanggapi insiden tersebut, pelatih Benfica, Jose Mourinho, menyatakan bahwa aksi rasisme adalah hal yang kerap terjadi di berbagai stadion sepak bola. Pernyataan ini kemudian mendapat tanggapan keras dari mantan pemain Real Madrid, Clarence Seedorf.
Seedorf mengkritik pernyataan Mourinho yang dinilai terlalu emosional dan berpotensi membenarkan tindakan rasisme. “Menurut saya, dia [Jose Mourinho] masih terbawa emosi. Saya rasa dia membuat kesalahan besar hari ini dengan membenarkan pelecehan rasis. Saya tidak mengatakan bahwa hal itu terjadi hari ini, tetapi dia menyebutkan sesuatu yang lebih dari sekadar kejadian hari ini,” ujar Seedorf kepada Amazon Prime.
Eks penggawa Timnas Belanda itu menambahkan, “Dia mengatakan bahwa ke mana pun dia pergi, hal-hal seperti ini selalu terjadi; jadi, dia seolah menyatakan bahwa ketika Vinicius memprovokasi Anda, maka tindakan rasis itu diperbolehkan. Menurut saya, hal itu sangatlah salah.”
Seedorf menegaskan pentingnya menolak segala bentuk rasisme dalam sepak bola. “Kita tidak boleh, dalam keadaan apa pun, membenarkan pelecehan rasis. Vinicius sudah merasa cukup dengan perilaku tidak terpuji dari orang-orang tersebut. Saya tahu di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Mourinho akan setuju dengan saya, tetapi saya yakin dia menyampaikannya dengan cara yang kurang tepat,” pungkas Seedorf.






