Wayne Rooney mempertanyakan larangan selebrasi gol dalam sepak bola setelah insiden yang menimpa Vinicius Junior. Pemain Real Madrid itu menjadi sasaran serangan rasial usai mencetak gol ke gawang Benfica di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Madrid Raih Kemenangan Tipis
Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan 1-0 atas Benfica. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Vinicius Junior pada menit ke-50, memanfaatkan umpan dari Kylian Mbappe.
Selebrasi Berujung Kontroversi
Usai mencetak gol, Vinicius melakukan selebrasi di sudut lapangan. Namun, aksinya tersebut justru mendapat reaksi negatif dari tribun penonton. Ia dilempari botol dari arah penonton dan dihadiahi kartu kuning oleh wasit karena dianggap melakukan perayaan yang berlebihan. Situasi semakin memanas ketika Vinicius terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Laporan menyebutkan Vinicius diejek dengan sebutan monyet oleh pemain asal Argentina tersebut.
Rooney Angkat Bicara
Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney, turut angkat bicara mengenai kasus yang menimpa Vinicius. Ia membandingkan insiden tersebut dengan momen ikonik di Piala Dunia 1994. “Mengapa Anda tidak merayakan gol seperti ini? Kita pernah melihat selebrasi yang persis sama pada Piala Dunia 1994-itu adalah salah satu momen ikonik dalam sejarah Piala Dunia-dan dia baru saja mencetak gol yang luar biasa. Dia sedang merayakannya, tetapi kemudian dilempari botol-botol ke dalam lapangan; itu adalah tindakan yang salah,” kata Rooney sebagaimana dikabarkan oleh Amazon Prime.
Rooney menambahkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang diterima Vinicius. “Sangat mengerikan ketika seorang pemain tidak bisa mencetak gol dan merayakannya tanpa ada benda-benda yang dilemparkan ke arahnya,” ujarnya.






