Berita

25 Juta Kendaraan Terdaftar di Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya Soroti Rendahnya Kepatuhan Pengemudi

Advertisement

Polda Metro Jaya mencatat jumlah kendaraan yang terdaftar di wilayah hukumnya telah mencapai angka fantastis, yaitu 25 juta unit. Namun, pertumbuhan pesat jumlah kendaraan ini belum diimbangi dengan peningkatan kesadaran dan kepatuhan para pengemudinya.

Tingkat Kepatuhan Pengemudi Masih Rendah

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin, mengungkapkan keprihatinannya terkait fenomena ini. “Dengan total sampai saat ini tercatat kendaraan yang terdaftar di Jakarta tembus di angka 25 juta. Namun, sangat disayangkan belum disertai dengan tingkat kepatuhan dari para pengendara-pengendara yang ada,” ujar Komarudin saat apel di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (02/02/2026).

Pertumbuhan Kendaraan yang Signifikan

Data yang dipaparkan Komarudin menunjukkan adanya pertumbuhan kendaraan yang cukup signifikan di ibu kota. Pada tahun 2025 saja, tercatat ada penambahan sebanyak 732.000 lebih kendaraan baru yang terdaftar di Jakarta. Angka ini mengindikasikan mobilitas warga yang terus meningkat, namun juga berpotensi memperparah kemacetan dan pelanggaran lalu lintas jika tidak diimbangi dengan kedisiplinan.

Advertisement

Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar

Menyikapi kondisi tersebut, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi potensi kecelakaan, serta meminimalkan tingkat fatalitas yang diakibatkan oleh insiden di jalan raya. “Nah, oleh karena itu kegiatan ini digelar untuk menekan angka pelanggaran, angka kecelakaan, dan tingkat fatalitas yang diakibatkan,” jelas Komarudin.

Dalam operasi ini, sebanyak 2.939 personel gabungan dikerahkan dan disebar di seluruh wilayah Jakarta. Fokus utama penempatan personel adalah pada titik-titik rawan pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. “Pada operasi kali ini kita melibatkan sebanyak 2.939 personel gabungan, tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Di mana kita akan menargetkan pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi ataupun berdampak terhadap ancaman keselamatan pengguna jalan yang lain,” tegasnya.

Advertisement