Aktor dan komedian senior Mandra menceritakan pengalamannya pernah menjadi bintang iklan dengan bayaran fantastis di era 1990-an. Meski banyak yang menyebutnya sebagai bintang iklan termahal, Mandra mengaku tidak pernah merasa demikian.
Tarif Iklan yang Mengejutkan
Mandra mengingat sekitar tahun 1995-1996, dirinya mendapat tawaran iklan bersama komedian Basuki. Saat itu, Basuki sudah memasang tarif yang tinggi, sekitar Rp 16 juta. Tak disangka, Mandra justru mendapatkan bayaran yang jauh lebih besar.
“Deal-nya Rp 265 juta. Makanya ada Basuki juga sempat dia tanya gitu-gitu, gue bilang aja iya sama. Daripada dia ngambek,” ucap Mandra santai, seperti dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official, Selasa (3/2/2026).
Rezeki Nomplok untuk Keluarga
Mendapat rezeki nomplok, komedian yang kini berusia 61 tahun itu tidak menyia-nyiakannya. Ia langsung menggunakan uang hasil kerja kerasnya untuk membiayai lima orang naik haji.
“Buat berangkatin haji lima orang. Kakak dua, karyawan dua, sama ibu satu. Saat itu saya sudah haji,” akunya.
Mengabulkan Permintaan Ibu
Selain untuk biaya haji, sisa uang tersebut juga digunakan untuk membangun rumah ibunya. Mandra menceritakan permintaan unik sang ibunda sepulang dari Tanah Suci.
“Ibu bilang, ‘Gue pulang haji maunya rumah gue gak gitu ya’. Namanya emak udah tua, balik kayak anak kecil gitu kan. Mintanya yang aneh-aneh aja, ‘Sudah berangkat aja dulu Mak’,” cerita Mandra semringah.
Saat ibundanya masih berada di Makkah, Mandra langsung merobohkan rumah orang tuanya untuk kemudian dibangun ulang sesuai keinginan ibunya.
“Dia di Makkah gue rubuhin itu rumah. Pas pulang udah…, maksudnya gak jadi total, ya gue dulu cuma punya emak waktu itu. Rasanya punya kenikmatan sendiri, bicara take and give, kita punya kebanggaan sendiri aja. Alhamdulillah,” tutur Mandra dengan wajah bahagia.
Keyakinan pada Doa Ibu
Mandra tidak menampik bahwa uang yang dikeluarkan saat itu tidak sedikit, terlebih ia memberangkatkan ibu dan empat orang lainnya dengan fasilitas haji plus. Seniman asal Betawi itu sangat meyakini ucapan dan doa ibunya.
“Gue jujur rumah gue yang lo pada datangi, awalnya 200 meter, 400 meter. Sekali waktu kakak gue ngajak jalan, kakak gue nawarin, ‘Ini tanah juga mau dijual kalau lu mau, beli aja’. Gue jawab langsung, ‘Rumah segini, tanah luas segini, duit dari mana?’. Emak gue nyeletuk, ‘Ya lu mah gak pakai lama juga kebeli’,” kenangnya.
“Benar, gak sampai setahun entah duit dari mana kebeli itu. Makanya percaya Emak mah, kalau ingat sekarang suka merinding,” pesan Mandra.






