Artis dan pendakwah Oki Setiana Dewi baru-baru ini terbang ke Inggris untuk memenuhi undangan sebagai pembicara dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi ternama. Salah satu kampus yang disambanginya adalah Universitas Edinburgh.
Pengalaman Mengajar di Eropa
“Kemarin ke UK, ada beberapa titik. Saya mengisi di kampus, beberapa kampus termasuk kampus Edinburgh juga,” ungkap Oki Setiana Dewi saat diwawancarai di Studio Rumpi: No Secret TransTV, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Dalam sesi mengajar tersebut, Oki menggunakan kombinasi bahasa Indonesia dan Inggris, menyesuaikan dengan audiens yang hadir. Selain memberikan materi, Oki juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan belajar (sit-in) di kampus-kampus Barat untuk merasakan langsung atmosfer akademis di sana.
Perluas Wawasan Melalui Pendidikan Barat
Oki, yang saat ini tengah menempuh studi tafsir Al-Qur’an di Universitas Al-Azhar, Mesir, menilai bahwa belajar di negara Barat dapat memberikan perspektif baru yang berharga. Ia bertemu dengan banyak alumni Al-Azhar yang memilih melanjutkan studi di Barat untuk memperluas wawasan.
“Saya ketemu alumni-alumni Azhar yang sekarang mereka memilih untuk sekolah di Barat untuk membuka perspektif. Kalau sekolah mau belajar Islam ya pasti harus di negara sumbernya. Tapi kalau untuk menambah perspektif lain, membuka wawasan, itu menurut saya nggak ada salahnya,” tuturnya.
Dedikasi Pendidikan dan Adaptasi Keluarga
Demi menjalankan amanah sebagai pendidik dan mahasiswi, Oki rela melakukan perjalanan antarbenua dalam waktu singkat agar tidak tertinggal dalam studinya di Mesir. Meskipun lelah, ia mengaku menikmati setiap prosesnya.
Oki juga mengungkapkan kekagumannya terhadap adaptasi anak-anaknya yang kini bersekolah di Mesir. Ia bangga melihat kemampuan bahasa Arab sang anak yang kini jauh lebih lancar dibandingkan dirinya.
“Anak saya alhamdulillah sekarang sudah lancar banget bahasa Arabnya. Lebih lancar dibanding dengan saya,” pungkasnya bangga.






