Pamplona – Real Madrid harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Osasuna dalam lanjutan LaLiga Spanyol di Stadion El Sadar, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Kekalahan ini menghentikan rentetan delapan kemenangan beruntun yang diraih El Real.
Laju Kemenangan Terhenti
Madrid bertandang ke markas Osasuna dengan misi meraih tiga poin demi memperkokoh posisi di puncak klasemen. Meskipun tampil dominan, tim asuhan Alvaro Arbeloa ini mendapat perlawanan sengit dari Osasuna. Ante Budimir berhasil membawa tuan rumah unggul melalui tendangan penalti pada menit ke-36.
Vinicius Junior sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-73. Namun, gol Raul Garcia di pengujung babak kedua memastikan kemenangan 2-1 untuk Osasuna.
Posisi Puncak Terancam
Kekalahan ini membuat Madrid gagal melebarkan jarak dengan para pesaingnya. Dengan raihan 60 poin dari 25 laga, mereka kini hanya unggul dua angka dari Barcelona yang baru akan memainkan pertandingan melawan Levante pada Minggu malam. Jika Barcelona meraih kemenangan, Madrid berpotensi tergusur dari puncak klasemen.
Rekor Buruk Terpecah
Lebih menyakitkan lagi, kekalahan ini mengakhiri tren positif delapan kemenangan beruntun Madrid di semua kompetisi. Terakhir kali Madrid merasakan kekalahan adalah saat takluk 0-2 dari Celta Vigo pada 7 Desember 2025. Kala itu, tim masih ditangani Xabi Alonso sebelum digantikan oleh Alvaro Arbeloa pada 12 Januari 2026.
Di bawah Arbeloa, Madrid berhasil meraih lima kemenangan beruntun sebelum akhirnya dihentikan oleh Osasuna. Padahal, Osasuna memiliki rekor buruk saat menjamu Madrid. Terakhir kali Osasuna mampu mengalahkan Madrid di kandang sendiri adalah pada tahun 2011. Sejak saat itu, Madrid meraih 18 kemenangan dan enam kali imbang.
Evaluasi Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui timnya perlu melakukan evaluasi. “Sudah pasti tidak ada tim yang mau kalah. Tapi ini musim yang panjang. Masih banyak pertandingan. Kami mengontrol pertandingan di babak pertama, tapi kami lambat dalam permainan, kami harusnya bisa mengalirkan bola lebih cepat,” ujarnya seperti dikutip ESPN.
Arbeloa menambahkan, timnya perlu memperbaiki cara menyerang. “Kami harus terus bekerja, kami harus bisa membongkar lawan lewat sayap. Kami terlalu banyak bermain dari kiri, dari sisi satunya juga harus diperbanyak, jika tidak maka lawan lebih mudah mengantisipasi.”





