Aktor Ammar Zoni telah menulis surat permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut, yang ia sampaikan setelah sidang selesai di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (9/2/2026), berisi permintaan perlindungan hukum sekaligus keringanan atas kasus yang sedang dihadapinya.
Permohonan Grasi, Amnesti, atau Abolisi
Ammar Zoni mengungkapkan isi suratnya yang ditujukan kepada orang nomor satu di Indonesia. “Saya sudah membuat surat permohonan kepada Presiden, yang isinya surat permohonan untuk perlindungan dengan permohonan grasi, atau amnesti, atau abolisi,” kata Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Aktor berusia 32 tahun itu berharap suratnya dapat disampaikan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. “Kepada Bapak Presiden, kami memohon, nanti kamu tolong sampaikan juga ya, atas nama saya,” ucapnya sembari menoleh ke arah penasihat hukumnya.
Alasan Permohonan Amnesti
Ammar menjelaskan alasannya mengirimkan surat tersebut. Ia merujuk pada pernyataan Presiden yang menekankan pentingnya rehabilitasi bagi pengguna narkoba, khususnya figur publik. “Karena memang petikan dari Bapak Presiden kan sudah jelas kalau para pengguna, khususnya figur publik, itu kan harus wajib direhabilitasi. Jadi kami memohon, mudah-mudahan dengan pengiriman permohonan ini bisa diberikan sebuah amnesti untuk rehabilitasi ataupun selesailah semua ini, gitu lho. Mendapatkan kesempatan lagi,” tutur Ammar.
Ia kembali menegaskan harapannya, “Mudah-mudahan bisa diberikan sebuah amnesti untuk rehabilitasi ataupun selesailah semua ini. Mendapatkan kesempatan lagi.”
Aset Bangsa dan Keterangan Saksi Ahli
Dalam pernyataannya, Ammar Zoni juga menyinggung kontribusinya sebagai seniman dan menyebut dirinya sebagai aset bangsa. “Biar bagaimanapun saya kan warisan, aset bangsa,” ucapnya.
Selain urusan surat kepada Presiden, Ammar mengaku sangat puas dengan keterangan para saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangannya. Ia merasa keterangan tersebut memberikan pencerahan. “Alhamdulillah, saya sangat puas. Terima kasih sudah mau mengumpulkan semua saksi, ya, dari Pak Anang, dari Pak Didin-yang cukup berpengalaman-dari Pak Richard, dan dari Bu Diah. Itu masyaallah luar biasa banget, memberitahukan hal yang membuat saya speechless,” ungkap Ammar.






