BEKASI BARAT – Banjir yang merendam Jalan Duta Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga memunculkan temuan tak terduga. Tiga ekor ular sanca dan seekor biawak berhasil diamankan oleh warga di tengah genangan air.
Kronologi Penangkapan Hewan Liar
Romi (28), salah seorang warga, menceritakan pengalamannya menangkap tiga ekor ular sanca di tengah banjir. Ia mengaku melihat kepala ular muncul di permukaan air sebelum berhasil menariknya keluar. “Pertama nemu di sini nih, kelihatan kepalanya doang. (Tiga) Ular sanca semua, warnanya cokelat abu-abu,” kata Romi saat ditemui di lokasi, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, satu ekor ular lainnya sempat lolos saat hendak ditangkap. “Satu lagi di sini belum kena. Tadi kan begini, pas saya mau nangkap, udah ngislep (menyelam menghilang, red), turun lagi,” sambungnya. Ketiga ular yang ditangkap Romi diperkirakan berdiameter sebesar lengan orang dewasa atau lebih dari 20 cm. Ular yang belum tertangkap disebut berukuran lebih besar.
Hewan-hewan yang berhasil ditangkap kemudian dijual oleh Romi. “Mahal itu kalau dijual, dapatlah 700-800 (ribu),” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Nizam (16), berhasil menangkap seekor biawak berukuran sedang yang ditemukan di atas pohon kersen atau ceri. “Ada di pohon tadi, pohon ceri. Daerah sono tengah. Deket kolong daerah-daerah deket lapangan bola,” ujar Nizam.
Nizam menyebutkan, awalnya ada empat ekor biawak yang terlihat, namun hanya satu yang berhasil ia tangkap setelah memanjat pohon. “Kan ada empat (biawak), lagi pada berjemur. Yang ketangkep ini doang aku manjat,” lanjutnya. Biawak tersebut kemudian diamankan dengan diikat menggunakan tali rafia. Nasib biawak tersebut belum dipastikan, tergantung apakah ada biawak lain yang tertangkap atau akan diberikan kepada orang lain.
Penyebab Banjir dan Ketinggian Air
Banjir di Jalan Duta Kranji kali ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam hingga Kamis pagi, serta luapan dari kali. Anggota BPBD Kota Bekasi, Nur Zaenih, menjelaskan bahwa ketinggian air kali ini tidak sedalam banjir pada hari sebelumnya, namun arusnya tetap deras.
Kondisi ini diperparah oleh tingginya debit air di Kanal Banjir Timur (BKT) yang menyebabkan aliran air dari wilayah tersebut tertunda. “Iya (kali meluap). Dan memang BKT (Banjir Kanal Timur) juga penuh. Jadi dia kan ini salurannya sampai BKT. Di BKT-nya juga penuh, ya di sini agak terhambatlah,” sambungnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan banjir menggenangi sepanjang Jalan Duta Kranji dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 80 cm atau setinggi pinggang orang dewasa.






