Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyetujui pembangunan kembali ruas Jalan Bayang-Alahan Panjang yang rusak parah akibat banjir bandang akhir November 2025. Keputusan ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat dan permintaan langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Konektivitas Strategis Solok-Pesisir Selatan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan bahwa pembangunan jalan provinsi yang sangat strategis ini akan didanai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Persetujuan tersebut ditegaskan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo saat kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada Rabu (28/1/2026), di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Andre Rosiade menjelaskan bahwa pembangunan kembali Jalan Bayang-Alahan Panjang dilakukan atas diskresi Menteri PU. Jalan ini merupakan jalur alternatif vital yang menghubungkan Solok dengan Pesisir Selatan. “Sesuai permintaan Pak Gubernur, Pak Menteri PU menyetujui intervensi langsung agar APBN turun membangun Jalan Bayang-Alahan Panjang. Jika ini selesai, waktu tempuh yang selama ini bisa mencapai empat jam dapat dipangkas menjadi sekitar 40 menit,” ujar Andre, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Usulan anggaran untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp 275 miliar. Selain meningkatkan konektivitas antardaerah, proyek ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik, distribusi pangan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Semangat ‘Build Back Better’
Menteri PU Dody Hanggodo membenarkan persetujuan pemerintah pusat untuk pembangunan kembali jalan tersebut. Keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk bergerak cepat dan hadir langsung pascabencana. “Ruas jalan ini kami setujui karena merupakan jalur shortcut yang sangat penting untuk mempercepat arus logistik dan pangan dari Solok menuju Pesisir Selatan. Balai Jalan akan segera melakukan survei lapangan sebagai langkah awal,” kata Dody.
Ia menambahkan, pembangunan Jalan Bayang-Alahan Panjang merupakan implementasi dari semangat Build Back Better, yaitu membangun kembali infrastruktur dengan kualitas yang lebih baik dan lebih tangguh dari sebelumnya. Jalan ini sebelumnya hampir selesai 100 persen, namun rusak kembali sebelum serah terima akibat banjir bandang.
Proyek Infrastruktur Lain di Sumbar
Selain Jalan Bayang-Alahan Panjang, Kementerian PU juga tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur lain di Sumatera Barat. Andre Rosiade menyebutkan ruas Payakumbuh-Sitangkai ditargetkan rampung Juli 2026 dan akan dilanjutkan ke Sitangkai-Batusangkar melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri PU dan Andre Rosiade. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumbar siap berkoordinasi dan bekerja sama agar proyek dapat berjalan lancar dan tepat waktu. “Pembangunan jalan tersebut akan menjadi pengungkit penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta pengembangan kawasan pariwisata di Sumbar,” katanya.






