Istanbul – Galatasaray berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dramatis atas Juventus dalam leg pertama Playoff Liga Champions di Rams Park, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Gol Davinson Sanchez menjadi momen krusial yang membangkitkan semangat tim tuan rumah.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Ketegangan
Galatasaray sempat unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui gol Gabriel Sara. Namun, Juventus berhasil membalikkan keadaan di babak pertama berkat sepasang gol dari Teun Koopmeiners, membuat skor menjadi 1-2 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Galatasaray menunjukkan determinasi tinggi. Noah Lang berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-49, sebelum Davinson Sanchez mencetak gol ketiga yang membawa Galatasaray kembali unggul. Gol ini terbukti menjadi titik balik yang signifikan dalam pertandingan.
Juventus Kehilangan Momentum dan Pemain
Di tengah upaya Juventus untuk mengejar ketertinggalan, mereka harus menghadapi pukulan ganda. Juan Cabal menerima kartu kuning kedua, yang berarti Juventus harus bermain dengan sepuluh orang di sisa pertandingan. Kehilangan satu pemain ini semakin menyulitkan Juventus untuk bangkit.
Situasi ini dimanfaatkan Galatasaray untuk menambah keunggulan. Mereka berhasil mencetak dua gol tambahan, mengakhiri pertandingan dengan skor telak 5-2. Kekalahan ini memberikan beban berat bagi Juventus di leg kedua, di mana mereka harus menang dengan selisih minimal empat gol untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.
Ucapan Terima Kasih untuk Sanchez
Gabriel Sara mengungkapkan betapa pentingnya gol yang dicetak oleh Davinson Sanchez. “Saya rasa momen kuncinya ketika saya bikin gol. Tapi saya bisa bilang bahwa gol paling krusial adalah yang ketiga dicetak Davinson Sanchez. Setelah gol itu, kami mendapatkan momentum dan mencetak gol demi gol dengan energi yang luar biasa,” ujar Sara seperti dikutip situs resmi UEFA.
Kemenangan ini menempatkan Galatasaray dalam posisi yang lebih menguntungkan untuk melaju ke babak berikutnya, berkat performa gemilang dan momen krusial yang diciptakan oleh Davinson Sanchez.






