Selebriti

Fakta Baru: Pesulap Merah Akui Poligami, Istri Pertama Baru Tahu Menjelang Wafat

Advertisement

Kasus poligami yang melibatkan pesulap Marcel Radhival atau Pesulap Merah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, terungkap fakta baru yang menyayat hati dari sisi istri pertama Marcel, Tika, yang telah meninggal dunia akibat kanker mulut. Ibunda Tika, Endang, mengungkapkan bahwa putrinya baru mengetahui suaminya berpoligami menjelang akhir hayatnya.

Pengakuan Poligami di Akhir Hayat

Endang menceritakan bahwa Tika baru mengetahui perihal poligami tersebut pada Agustus 2025. “Jadi kalau dari 2022 itu gak ada yang tahu sama sekali. Karena, mungkin disembunyikannya sama mereka juga, sama keluarganya juga,” ujar Endang saat ditemui di Studio Trans TV, Selasa (10/2/2026).

Momen menjelang kepergian Tika pun diungkapkan Endang penuh haru. Sang putri sempat memeluknya dan meminta maaf, seolah memberikan firasat akan berpisah. “Tika tuh mungkin udah terasa dia mau gak ada. Sambil meluk Ibu, katanya dia minta maaf,” ungkap Endang dengan suara bergetar.

Sakit Hati dan Luka Batin Tika

Lebih lanjut, Endang menyebutkan bahwa Tika sempat memiliki niat untuk berpisah dari Marcel setelah mengetahui suaminya memiliki istri lain. “Banyak cerita yang dialami Tika tuh sakit banget, dari chatchatannya juga nyakitin,” jelas Endang.

Meskipun memendam luka batin yang mendalam, Tika disebut tidak pernah menunjukkan kerapuhan di depan keluarganya. Hal ini dibenarkan oleh sang adik, Fariz. “Kelihatannya kuat aja di depan keluarga, selalu dipendam sendiri,” ujar Fariz.

Advertisement

Endang menambahkan, Tika sengaja menyimpan semua rasa sakitnya sendiri agar sang ibu tidak terbebani pikiran. “Tika gak mau mamanya banyak pikiran, takut sakit,” katanya.

Fariz juga mengaku baru benar-benar yakin soal poligami Marcel setelah melihat sang kakak ipar tampil live bersama perempuan lain.

Reaksi Keluarga

Menanggapi isu poligami tersebut, Endang mengaku sangat terpukul dan menilai tindakan tersebut tidak pantas. “Jujur, namanya juga perempuan mana ada yang mau dipoligami. Ini mah udah gak benar. Kenapa sih seperti itu sama anak ibu,” pungkasnya.

Pemberitaan ini juga mengaitkan dengan pernyataan sebelumnya mengenai larangan poligami bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta.

Advertisement