Insiden tak mengenakkan terjadi dalam lanjutan Liga Italia Serie A antara Cremonese melawan Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/2/2026). Kiper Inter Milan, Emil Audero, menjadi korban lemparan flare dari suporter tim tamu yang sempat membuatnya terkapar.
Inter Raih Kemenangan, Laga Diwarnai Insiden Flare
Inter Milan berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Cremonese berkat gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Inter di puncak klasemen Serie A dengan 55 poin, unggul tujuh poin dari AC Milan di peringkat kedua.
Namun, laga yang seharusnya menjadi pesta kemenangan Inter ini diwarnai insiden yang menghentikan pertandingan di awal babak kedua. Saat Inter sedang menguasai bola, sebuah flare dilemparkan dari tribun utara yang ditempati suporter tim tamu ke arah lapangan.
Audero Terkena Flare, Sempat Terkapar
Flare tersebut jatuh di area kotak penalti Cremonese dan mengeluarkan asap putih pekat. Emil Audero, yang saat itu berada di depan gawangnya, langsung berguling-guling karena terkena lemparan flare tersebut. Sontak, para pemain dari kedua tim segera berlari menghampiri Audero untuk memeriksa kondisinya, disusul oleh tim medis.
Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran, mengingat flare yang dilemparkan berukuran sekitar 20cm. Atribusi insiden ini mengarah pada suporter tim tamu Inter Milan yang berada di tribun utara. Para pemain dan pelatih Inter, Christian Chivu, terlihat menunjukkan kekecewaan dan kemarahan atas tindakan suporter mereka, seraya meminta agar mereka menjaga ketertiban.
Kondisi Audero dan Atensi Pengamat
Emil Audero dilaporkan mengalami luka di kaki kanannya akibat terkena lemparan flare. Selain itu, telinga kanannya juga terpengaruh akibat suara ledakan dari flare tersebut. Meskipun demikian, kiper yang memiliki darah Mataram ini menunjukkan ketangguhan luar biasa. Setelah mendapatkan perawatan medis dari tim, Audero mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Insiden ini memicu perdebatan mengenai keamanan di stadion. Pengamat sepak bola, Vito, melalui akun Twitter-nya (@ciccone_vito), menyoroti insiden tersebut dengan menyatakan, “Petardo a 20cm da Audero: tragedia sfiorata. In B e C vietate trasferte per molto meno. Ora voglio coerenza. Come per Reggiana e J.Stabia mi aspetto: stop trasferte, curva chiusa, o la sicurezza vale a giorni alterni?” Ia mempertanyakan konsistensi penerapan sanksi terkait keamanan di liga Italia.
Meskipun mengalami cedera ringan, Emil Audero berhasil bermain penuh selama 90 menit, menunjukkan profesionalismenya di tengah situasi yang tidak ideal.






