Jakarta – Banjir kembali merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Jumat (30/1/2026). Personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak genangan air.
Personel Gabungan Ditpolairud Dikerahkan
Kasi Binmas Air Ditpolairud Polda Metro, AKP Hamdannallah, menyatakan bahwa sebanyak 25 personel Ditpolairud telah berada di lokasi selama hampir satu minggu untuk membantu warga. “Kami sudah berada hampir satu mingguan di Kebon Pala ini dan kami dari Polairud mengirim pasukan sebanyak 25 personel, dibantu dari Brimob dan Sabhara,” ujar AKP Hamdan di lokasi, Jumat (30/1/2026).
Peralatan seperti perahu karet dan pelampung telah diturunkan untuk menunjang proses evakuasi. Selain itu, Ditpolairud juga berperan dalam mendistribusikan bantuan konsumsi yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Dinas Sosial, PMI, dan para donatur.
Kendala dan Imbauan di Tengah Banjir
Proses evakuasi telah dimulai sejak ketinggian air mencapai 80 cm. Meskipun seluruh warga dilaporkan dalam kondisi sehat dan evakuasi berjalan lancar, AKP Hamdan mengakui adanya kendala. “Kesulitannya banyak. Warga kadang banyak yang nggak mau dievakuasi karena rumahnya juga kan rata-rata tingkat gitu. Itu aja. Nanti kalau emang udah pasang terlalu tinggi ya baru minta bantuan,” tuturnya.
Ia mengimbau warga setempat untuk senantiasa waspada terhadap perkembangan banjir, memantau kondisi cuaca, dan mengikuti informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Penyebab Banjir dan Dampak
Banjir di Kampung Melayu ini dilaporkan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut serta luapan dari Sungai Ciliwung. Ketinggian air dilaporkan mencapai 200 cm pada hari ini.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir telah merendam 4 RT di Kelurahan Kampung Melayu. Sebanyak 41 Kepala Keluarga (KK) atau 152 warga terpaksa mengungsi di SDN 02 Kampung Melayu.






