Gelandang Barcelona, Dani Olmo, menyadari bahwa timnya memerlukan perbaikan signifikan jika ingin bersaing memperebutkan gelar Liga Champions musim ini. Pengakuan ini muncul setelah Barcelona menelan dua kekalahan beruntun yang menjadi “tamparan keras” bagi ambisi klub.
Dua Kekalahan Beruntun Jadi Peringatan
Barcelona baru saja mengalami rentetan hasil minor. Tim asuhan Hansi Flick ini takluk 0-4 dari Atletico Madrid di ajang Copa del Rey, sebelum kemudian dipermalukan 1-2 oleh Girona di kandang sendiri. Kekalahan-kekalahan ini menghadirkan kenyataan pahit bagi skuad Catalan menjelang fase krusial musim ini.
Dani Olmo, pemain berusia 27 tahun, secara terbuka mengakui bahwa situasi ini menjadi pertanda bahwa timnya harus menunjukkan performa yang lebih baik. Ia secara spesifik menyoroti masalah efisiensi dalam pemanfaatan peluang yang menjadi krusial, terutama mengingat skema permainan menyerang yang diinstruksikan oleh pelatih Hansi Flick.
Peluang Terbuang Ancaman Serangan Balik
Menurut Olmo, setiap kegagalan dalam memaksimalkan kesempatan yang didapat berpotensi membuka ancaman bagi Barcelona, terutama dalam menghadapi transisi dan serangan balik dari tim lawan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas performa tim sepenuhnya berada di pundak para pemain.
“Liga Champions akan berat. Kami harus mengubah banyak hal kalau ingin bersaing untuk memenanginya,” ujar Olmo dikutip dari Mundo Deportivo. “Kalau kami bisa menuntaskan peluang-peluang yang kami dapat, kami bakalan menang sih. Semuanya tergantung kami sendiri.”
Motivasi dari Kegagalan Musim Lalu
Barcelona telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions dan masih menanti calon lawan mereka. Musim lalu, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah dramatis dengan agregat 6-7 dari Inter Milan.
Olmo menambahkan bahwa pengalaman pahit musim lalu menjadi motivasi tambahan bagi tim. “Musim ini spesial. Musim lalu kami sudah nyaris, tiket final itu direnggut dari kami,” pungkasnya.






