Arsenal menunjukkan tanda-tanda goyah di puncak klasemen Liga Inggris. Situasi ini membuka peluang lebar bagi Manchester City untuk mengejar ketertinggalan dalam perburuan gelar juara.
Performa Arsenal Menurun
Dalam dua pertandingan terakhir Premier League, Arsenal hanya mampu meraih hasil imbang. Mereka ditahan oleh Brentford dan Wolverhampton Wanderers. Dua hasil minor ini membuat keunggulan poin Arsenal di puncak klasemen terpangkas. Saat ini, Arsenal memimpin dengan 58 poin, namun hanya berjarak lima poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua dan masih memiliki satu laga simpanan.
Situasi ini dipercaya mulai memberikan tekanan lebih besar kepada skuad asuhan Mikel Arteta. Mengingat pengalaman pahit gagal dalam perburuan gelar di tiga musim terakhir, ada risiko Arsenal tidak mampu mengatasi ‘hantu’ kegagalan tersebut.
Manchester City Siap Manfaatkan Momentum
Di sisi lain, tim yang mengejar adalah Manchester City. Tim besutan Pep Guardiola ini telah mendominasi sepak bola Inggris dalam delapan musim terakhir, dengan raihan enam gelar juara. Namun, musim ini Manchester City juga belum menunjukkan performa yang sekonsisten musim-musim sebelumnya. Mereka sempat menelan kekalahan mengejutkan dari Manchester United dan ditahan imbang oleh Tottenham Hotspur.
Analisis Gary Lineker
Mantan penyerang timnas Inggris, Gary Lineker, masih yakin Arsenal akan keluar sebagai juara. Namun, ia juga mengakui adanya potensi Manchester City untuk mengejar.
“Saya menduga pertanyaannya adalah apakah City bisa secemerlang saat mereka memenangi titel empat musim beruntun, dalam periode yang mana mereka kurang lebih memenangi hampir setiap laga setelah Natal, Anda tak bisa melihat mereka kehilangan poin,” ungkap Lineker dalam siniar The Rest is Football.
“Saya tak terlalu yakin Man City di level itu atau bisa cukup konsisten untuk mengejar Arsenal.”
Meskipun demikian, ketatnya persaingan di papan atas Liga Inggris musim ini menjanjikan akhir musim yang dramatis.






