Dokumen kasus pelecehan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein baru-baru ini dibuka ke publik, menyeret sejumlah nama besar dan institusi ternama, termasuk klub sepak bola raksasa Italia, AC Milan.
AC Milan Disebut dalam Dokumen 3 Juta Halaman
Melansir Tribuna, dokumen setebal 3 juta halaman yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Jumat (30/1) lalu, mengungkap berbagai informasi terkait jaringan kejahatan seksual Epstein. Dokumen ini terdiri dari tulisan, ribuan video, dan ratusan ribu gambar yang kini dapat diakses oleh publik.
Dalam publikasi tersebut, nama-nama tokoh ternama seperti Elon Musk dan Pangeran Andrew turut disebut. Namun, tidak hanya individu, institusi ternama juga muncul, salah satunya adalah AC Milan.
Tawaran Akuisisi dan Peran Epstein
AC Milan disebut-sebut dalam dokumen tersebut terkait dengan penawaran akuisisi klub. Hal ini terjadi saat Rossoneri baru saja diambil alih oleh Elliot Management dari Li Yonghong, yang mengalami kesulitan finansial untuk membayar utangnya.
Sebuah email tertulis dalam dokumen dengan subjek, “Masalah Akuisisi AC Milan pada Juli”. Dalam email tersebut, David Stern, mantan komisioner NBA, bertanya kepada Epstein mengenai detail tawaran klub Italia itu. Stern menulis, “Saya kira Elliott sudah mengambilnya dan ingin menyimpannya. Berapa persentasenya dan dengan harga berapa?” tanyanya kepada Epstein, yang tampaknya menawarkan klub tersebut.
Epstein kemudian membalas email tersebut dengan singkat, “Saya tidak mau terlibat. Saya pikir saya akan meneruskannya kepada Anda karena saya tidak tertarik pada hal-hal ini,” ujar Epstein, menunjukkan ketidakminatannya pada urusan akuisisi AC Milan.
Kasus Epstein dan Keterlibatan Tokoh Global
Kasus Jeffrey Epstein, yang melibatkan kejahatan seksual terhadap lebih dari seribu perempuan muda, terus menjadi sorotan karena menyeret banyak pesohor global. Pria asal Israel ini dikaitkan dengan nama-nama besar seperti mantan presiden AS Bill Clinton, Pangeran Andrew, mendiang raja pop Michael Jackson, hingga Elon Musk.
Epstein dipenjara pada Juli 2019 dan dinyatakan meninggal pada Agustus 2019 karena diduga bunuh diri. Tekanan publik terus mendorong pembongkaran kasus ini untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Dokumen Jeffrey Epstein ini dirilis oleh Presiden Donald Trump, yang namanya juga disebut dalam beberapa bagian dokumen tersebut.






