Sebuah tembok pembatas sepanjang 30 meter di Jalan Cempaka 1 RT 03 RW 09, Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, dilaporkan ambruk pada Rabu, 28 Januari 2026. Peristiwa ini menyebabkan sebagian puing menghantam turap di seberang saluran air serta lahan kosong di bawahnya.
Evakuasi dan Penanganan Awal
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cakung Timur segera diterjunkan untuk menangani puing-puing yang menyumbat saluran air. “Saya melihat tembok pembatas itu sudah rubuh. Tahap awal, kita membersihkan sampah dan sebagian puingnya yang menyumbat saluran ini,” ujar petugas PPSU Cakung Timur, Marzuki (40), seperti dilansir Antara, Kamis (29/1/2026).
Pihak Kelurahan Cakung Timur mengerahkan tujuh personel PPSU untuk membantu penanganan awal. Namun, untuk pengangkutan puing yang lebih besar, penanganan akan diserahkan kepada pihak Jakarta Garden City (JGC) selaku pemilik tembok, yang akan menggunakan alat berat. “Kita hanya bantu penanganan awal, untuk selanjutnya diserahkan pada Jakarta Garden City (JGC) karena harus menggunakan alat berat,” kata Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cakung Timur, Andreas Dwi Mulyanto.
Pentingnya Pembersihan Saluran Air
Tim dari pengelola JGC dan satuan tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cakung turut membantu dalam penanganan. Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono, menekankan pentingnya pembersihan puing untuk mencegah penyumbatan saluran air.
“Kita kerahkan 12 personel Satgas SDA untuk penanganan, yaitu seluruh puing, baik batu kali, tembok pembatas maupun tanah merah, dibersihkan dari dasar saluran air,” ungkap Dian. Ia menambahkan bahwa jika puing dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan mengganggu sistem aliran air dan memicu genangan di permukiman warga sekitar.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pembersihan puing ditargetkan selesai dalam tiga hari ke depan sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pihak JGC.






