Selebriti

Shyalimar Malik Ubah Nama Belakang Anak, Ingin Satukan Keluarga dalam Satu Kartu Keluarga

Advertisement

Selebritas Shyalimar Malik mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (11/2/2026) untuk menjalani proses penggantian nama belakang kedua anaknya. Langkah ini diambil untuk menyatukan nama keluarga dan mempermudah urusan administrasi.

Proses Penggantian Nama Anak

Shyalimar Malik menjelaskan bahwa ia mengganti nama kedua anaknya dengan menambahkan nama suami barunya, Eric Syafutra, di belakang nama mereka. Keputusan ini diambil karena sang suami kini menjadi penanggung jawab utama kehidupan Shyalimar dan kedua buah hatinya.

“Soalnya yang bertanggung jawab tuh suamiku yang sekarang. Nah, dia bertanggung jawab sama dua anak aku. Dua-duanya ku gantiin namanya,” ujar Shyalimar Malik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia menegaskan bahwa kedua anak tersebut bukanlah buah hati dari pernikahannya dengan Eric Syafutra. Keduanya merupakan anak dari pernikahan sebelumnya dengan dua pria yang berbeda.

“Bukan. Dua (anaknya) ini dari suami yang dulu, yang beda. Nah, dua-duanya ini udah ku gantiin namanya,” katanya.

Kondisi Mantan Suami

Shyalimar juga mengungkap bahwa kedua mantan suaminya sudah tidak lagi terlibat dalam kehidupannya. Keberadaan salah satu mantan suaminya bahkan tidak diketahui.

“Kalau yang pertama ya, kan aku udah dua kali nikah. Kalau yang pertama, dia nggak tahu pergi ke mana. Kalau yang satu, dia juga ada di Kalimantan, udah nggak ada kabar lah,” tuturnya.

Sementara itu, mantan suami kedua Shyalimar dikabarkan telah mengalah. Hal ini dikarenakan suami Shyalimar yang sekarang lebih aktif dalam mengurus kebutuhan anak-anak.

Advertisement

“Kalau yang pertama, dia emang udah nggak ada kabar. Cuma kalau yang kedua, dia udah mengalah sih. Karena memang apa ya namanya, memang banyak yang ngurus sama suami yang sekarang kan, yang ketiga ini yang lebih ngurus. Jadi dia juga ya udahlah pasrah aja gitu,” kata Shyalimar.

Konflik Administrasi dan Harapan ke Depan

Penggantian nama ini sempat diwarnai konflik administrasi, termasuk dugaan pembuatan Kartu Keluarga palsu oleh mantan suami. Namun, Shyalimar mengklaim memiliki dokumen kependudukan yang asli sehingga persoalan tersebut akhirnya mereda.

“Akhirnya, kalau aku kan punya yang asli, jadinya sempat ribut sih memang. Cuma endingnya sih pada ngalah sih. Kalau yang kedua nih ngalah. Kalau yang pertama, dia kan bilang nggak tahu di mana,” ujarnya.

Shyalimar berharap tidak ada lagi konflik yang muncul terkait persoalan tersebut dan ingin fokus menjalani kehidupan rumah tangga bersama suami dan kedua anaknya.

Ide penggantian nama ini datang dari suaminya setelah mengalami kendala saat mengurus imigrasi karena perbedaan nama dalam dokumen. Dengan menyatukan nama dalam satu Kartu Keluarga, Shyalimar berharap urusan administrasi, terutama terkait imigrasi, akan lebih lancar.

“Maksudnya, nggak apa-apa biar kita sama satu KK. Biasanya tuh aku tertahannya di situ. Di imigrasi tertahannya karena beda kan namanya, terus bapaknya dan lain-lain. Nah sekarang dijadiin satu aja. Aku juga udah ganti nama kok, jadi ada nama suami di belakang,” pungkasnya.

Advertisement