Berita

Polisi Lebak Bulus Coba Beragam Cara Atasi Pemotor Lawan Arah, Termasuk Pendekatan Religi

Advertisement

JAKARTA – Aksi pengendara sepeda motor yang nekat melawan arah di kawasan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, masih kerap terjadi. Pihak kepolisian terus berupaya menerapkan berbagai metode agar para pengendara mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Pendekatan Humanis dan Edukatif

Meskipun telah disiagakan sejumlah personel polisi lalu lintas (polantas) untuk menegakkan aturan, imbauan, dan menjaga kelancaran lalu lintas, masih ada saja pengendara yang mengabaikan keselamatan. Polisi telah mencoba berbagai pendekatan, mulai dari mengarahkan putar balik, memberikan imbauan lisan, hingga teguran tertulis.

Terbaru, polantas bahkan menggunakan pendekatan religi untuk mengingatkan para pemotor yang kerap dijuluki ‘salmon’ ini. Pendekatan ini terbukti efektif, bahkan pernah viral di media sosial ketika seorang pemotor yang awalnya memaki polantas saat ditegur karena melawan arus di traffic light, akhirnya menyadari kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf.

Kakorlantas: Utamakan Keselamatan, Bukan Penegakan Hukum Semata

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho sebelumnya telah menekankan kepada jajarannya untuk melakukan penegakan hukum di jalan raya dengan mengedepankan unsur humanis melalui program Polantas Menyapa. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak mengutamakan pendekatan hukum semata, melainkan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan.

“Jadi kita tidak mengutamakan pendekatan hukum, tetapi kami mengharapkan dengan adanya E-TLE termasuk juga digitalisasi lainnya, ini mengharapkan masyarakat agar disiplin dengan pribadinya, semuanya untuk kepentingan keselamatan,” ujar Irjen Agus di Mapolres Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (20/10/2025).

Gambar: Sejumlah pemotor yang melaju lawan arah di kawasan Adhyaksa, Lebak Bulus memutar balik kendaraan karena anggota polantas melakukan penertiban di lokasi. (dok TMC Polda Metro)

Pendekatan Religi ala Bripda Ananda Rafi

Salah satu contoh pendekatan humanis yang dilakukan adalah oleh Bripda Ananda Rafi. Ia menggunakan pendekatan agama saat menegur dan mengajak pengendara untuk menumbuhkan kesadaran berkendara yang aman.

“Jangan lawan arah, putar, antum putar, astagfirullah,” kata Rafi saat menegur pengendara yang melawan arah, seperti terlihat dalam video yang diunggah di Instagram TMC Polda Metro Jaya, Sabtu (31/1/2026).

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pemotor melaju di jalur yang salah di lampu merah Adhyaksa. Rafi dan rekan-rekannya memberikan teguran yang humanis kepada para pelanggar.

“Tertibnya kita di duniawi adalah cerminan tertibnya kita di akhirat dan Allah tidak menyukai orang-orang yang melukai dirinya sendiri dan (pelanggaran) ini termasuk melukai diri Anda sendiri,” tuturnya kepada pelanggar.

Advertisement

Dengan cara yang persuasif dan humanis, diharapkan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan menjadi pengingat bahwa ketertiban adalah bagian dari nilai moral serta tanggung jawab sosial bersama.

“Ayo bareng-bareng. Di balik polisi yang sudah berbenah, reformasi, masyarakatnya juga harus tertib,” ucap Rafi.

Teguran Tertulis dan Imbauan Berulang

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Metro Jakarta Selatan telah berulang kali menindak pengendara yang melawan arah di Lebak Bulus. Polisi tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga sanksi teguran tertulis kepada para pelanggar.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melawan arus, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” kata PS. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, Selasa (20/1).

Kegiatan penertiban yang dipimpin langsung oleh Kompol Mujiyanto ini menyasar pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus di sekitar traffic light Adhiyaksa, Jalan Lebak Bulus Raya Nomor 33, RT 04 RW 04, Kelurahan Cilandak, Jakarta Selatan, pada pagi hari. Aksi melawan arus ini ditindak karena berpotensi menimbulkan kemacetan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Gambar: Aksi pengendara ramai-ramai lawan arus di Jalan Adhyaksa, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Warga mengeluhkan aksi tersebut bikin macet dan rawan kecelakaan lalu lintas. (Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom)

Petugas kepolisian juga memberikan imbauan secara humanis sekaligus peneguran tertulis kepada para pelanggar agar lebih tertib dan mematuhi rambu serta aturan lalu lintas. Langkah ini merupakan upaya preventif dan edukatif guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

Mujiyanto menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Sat Lantas dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Ia berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga situasi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Advertisement