Pemerintah menggelar rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) pada Kamis (29/1/2026) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rapat ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan dan menyiapkan stimulus ekonomi menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Penguatan Koordinasi Jaga Inflasi
Menteri Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa fokus utama rapat adalah penguatan koordinasi antarlembaga pemerintah. Tujuannya adalah menjaga inflasi tetap sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Fokus utama diarahkan pada terjaminnya ketersediaan pasokan pangan antarwilayah, khususnya beras dan komoditas strategis lainnya, agar tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Teddy.
Stimulus Ekonomi untuk Jaga Daya Beli
Selain pengamanan pasokan pangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus ekonomi untuk periode Lebaran. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi peningkatan kebutuhan.
“Mulai dari penyaluran bantuan sosial pangan hingga pemberian diskon tiket transportasi udara, kereta api, laut, darat, serta tarif jalan tol,” jelas Teddy.
Ia menambahkan, langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas selama periode Lebaran, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai.
Peserta Rapat
Rapat koordinasi TPIP dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, di antaranya:
- Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Donny Oskaria
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo






