BEKASI – Banjir yang melanda kawasan Kranji, Bekasi, tidak menyurutkan semangat para pedagang untuk tetap berdagang demi menyambung hidup. Wasman (50), seorang pedagang ikan keliling, menjadi salah satu contoh kegigihan tersebut. Ia rela menerjang arus banjir yang cukup deras demi menafkahi keluarganya.
Perjuangan Dimulai Pagi Hari
Wasman memulai aktivitasnya dari rumahnya di kawasan Rawa Bambu menuju Pasar Kolong Kranji sekitar pukul 07.00 WIB. Kondisi banjir yang belum terlalu parah di awal pagi sempat membuatnya ragu, terutama setelah anaknya mengingatkan bahaya banjir.
“(Tadi pagi) itu masih ada air belum kayak gini, masih sebetis kira-kira. Pas anak saya mau berangkat sekolah bilang ‘jangan lewat kolong ntar lelep (tenggelam)’,” ujar Wasman saat ditemui di Jl Duta Kranji, Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Kesulitan Mengendalikan Gerobak
Arus banjir yang kuat menjadi tantangan tersendiri bagi Wasman. Ia mengaku sempat kesulitan mengendalikan gerobaknya yang nyaris terseret arus.
“Iya ini tadi, tuh, gerobak mau nyelonong ya,” tambahnya.
Dagangan Tetap Laris Manis
Meskipun menghadapi kondisi banjir, Wasman bersyukur dagangannya tetap laris. Banyak warga yang memilih membeli dari pedagang keliling karena enggan pergi ke pasar.
“Tetep, kalau tukang ikan itu ditungguin. Tadi aja hujan sampai jam 7 baru berangkat,” ungkapnya.
Pengalaman Banjir Sebelumnya
Perjuangan Wasman menghadapi banjir bukan kali ini saja. Pekan lalu, mobil yang digunakannya untuk mengambil stok ikan di Muara Angke sempat terendam banjir di kawasan Jembatan Tiga dan memerlukan bantuan mobil derek.
Harapan untuk Penanganan Banjir
Wasman berharap pemerintah segera turun tangan menangani masalah banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras.
“(Harapannya) Surut aja, biar ditangani sama pemerintah,” pungkasnya.






