Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menolak keras label ‘bottlers’ atau tim pecundang yang kerap disematkan kepada anak asuhnya. Pernyataan ini muncul setelah laju Arsenal di Premier League tersendat pada pekan ke-27, di mana mereka harus puas bermain imbang 2-2 melawan tim juru kunci Wolverhampton Wanderers, padahal sempat unggul dua gol.
Persaingan Ketat di Papan Atas
Hasil imbang tersebut membuat Arsenal kini mengoleksi 58 poin di puncak klasemen Premier League. Namun, keunggulan mereka menipis menjadi 5 poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua dengan 53 poin, dan masih memiliki satu pertandingan tunda. Jika Manchester City memenangi laga pekan ke-27 mereka, jarak poin antara kedua tim hanya akan terpaut dua angka.
Prediksi bahwa pasukan Pep Guardiola akan menyalip Arsenal dan meraih gelar juara musim ini bukan tanpa dasar. Sejarah persaingan kedua tim dalam beberapa musim terakhir menunjukkan Arsenal kerap kali gagal mempertahankan posisi puncak klasemen dalam perburuan gelar, bahkan setelah memimpin berbulan-bulan. Tiga musim beruntun, Arsenal finis sebagai runner-up Premier League sejak 2023.
Arteta Tolak Istilah ‘Bottlers’
Situasi ini memicu kembali olok-olok dari penggemar dan pengamat yang menilai Arsenal akan kembali gagal menjadi juara, menyematkan julukan ‘bottlers’ yang merupakan bahasa slang Inggris untuk pecundang. Menanggapi hal ini, Mikel Arteta dengan tegas menolak penggunaan istilah tersebut.
“Itu tak ada dalam kamus aku dan aku tidak melihatnya seperti itu karena aku rasa tidak ada yang berniat melakukan itu. Aku tidak akan menggunakan kata itu,” ujar Arteta, dilansir dari The Guardian, merujuk pada istilah ‘bottlers’ yang disematkan kepada Arsenal.
Arteta menambahkan, “Itu adalah opini dan perspektif individu. Anda harus menghormatinya. Itulah yang aku katakan setelah konferensi pers. Anda kehilangan dua poin melawan Wolves dengan cara pertandingan berlangsung, Anda harus menerimanya dengan lapang dada.”
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan fokusnya saat ini adalah pertandingan selanjutnya dan bagaimana timnya akan bangkit. “Fokus aku adalah pertandingan selanjutnya, terbuat dari apa kami ini, apa yang kami sukai dari ini dan bagaimana kami menulis takdir kami sendiri dari sini,” tegasnya.
Video terkait performa Arsenal di akhir tahun 2025 juga sempat dirilis, menunjukkan momen-momen positif tim.






