Berita

Mensos Gus Ipul Tekankan Integritas dan Mutu Siswa dalam Konsolidasi Program Sekolah Rakyat 2026

Advertisement

Bekasi, Jawa Barat – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, pada Jumat (30/1/2026), menghadiri acara Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 166 Kepala Sekolah Rakyat dan bertujuan untuk mengonsolidasikan program secara nasional, memastikan penyelenggaraan berjalan terencana, akuntabel, dan transparan. Acara ini juga menjadi ajang penguatan sinergi antara kepala sekolah, bidang penyelenggaraan, PPK, koordinator wilayah, perencana, dan unit pengawasan.

Integritas dan Kualitas Layanan Menjadi Fokus Utama

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan pentingnya membangun integritas bersama. “Ada atau tidak ada orang, harus punya integritas. Karena integritas itu di hati, pencegahannya lewat aturan dan teknologi,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan langkah awal konkret dalam menerapkan integritas.

Memasuki tahun 2026, Gus Ipul memaparkan tiga hal yang harus diwujudkan dari Sekolah Rakyat: penyelesaian standar nasional, standarisasi tata kelola, dan kesetaraan kualitas layanan. Tantangan kesetaraan kualitas layanan masih dihadapi, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil). “Dari 3 hal itu sekolah rakyat tidak boleh bergantung kepada kepala sekolahnya, sistemnya harus kuat sehingga nanti siapapun yang jadi kepala sekolah ke depannya, sekolah ini bisa makin baik makin berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Gus Ipul.

Membangun DNA Unggulan dan Harapan Baru

Gus Ipul mendorong agar Sekolah Rakyat memiliki DNA unggulan. Salah satu caranya adalah dengan mengajak seluruh pihak menerapkan bahasa asing, seperti bahasa Inggris atau Arab, dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. “Mulai dengan bahasa Inggris atau bahasa Arab di hari-hari tertentu kalau perlu sehari dua kali, mereka masih sangat muda usianya, ini kesempatan baik. Tes DNA talent harus menjadi pedoman dalam membimbing anak-anak,” urainya.

Ia berharap Sekolah Rakyat tidak hanya dikenal sebagai sekolah bagi keluarga miskin, tetapi sebagai institusi yang membawa harapan baru, memiliki standar tinggi, dan diferensiasi. “Sekolah rakyat tidak boleh dikenal karena siapa siswanya, tapi karena mutu lulusannya,” tegasnya.

Advertisement

Meningkatkan Mutu Lulusan dan Daya Saing

Mutu lulusan Sekolah Rakyat harus ditingkatkan agar mereka dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau siap bekerja. Kepala sekolah memiliki peran krusial dalam menjaga mutu lulusan, sehingga tidak ada pemikiran bahwa lulus hanya sekadar formalitas. “Negara ingin mereka unggul, sekolah rakyat harus melahirkan lulusan yang punya daya saing, kuat karakternya dan kompetitif. Mereka menjadi agen perubahan untuk dirinya, untuk keluarganya, dan untuk masyarakat luar sekolah. Ini perlu dicatat oleh kepala sekolah,” kata Gus Ipul.

Di akhir arahannya, Gus Ipul mengingatkan para kepala sekolah untuk berpikir komprehensif, mengingat peran mereka sebagai pemimpin tertinggi di sekolah.

Data Sekolah Rakyat Rintisan

Sebagai informasi, pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi di 34 provinsi. Saat ini, sekolah-sekolah tersebut menampung 15.945 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Tahap pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga telah dimulai di 104 titik lokasi.

Advertisement