Selebriti

Melki Bajaj Angkat Bicara: Hanya Dibayar untuk Posting, Tak Tahu Soal Investasi Bodong Juragan Kucek

Advertisement

Komedian Melki Bajaj akhirnya buka suara setelah namanya terseret dalam kasus dugaan investasi bodong yang melibatkan PT Juragan Kucek Indonesia. Melalui video klarifikasi yang diunggah di Instagram Story pribadinya, Melki menegaskan bahwa ia tidak mengetahui menahu soal praktik investasi ilegal tersebut.

Klarifikasi dari Tanah Suci

Saat memberikan keterangan, Melki diketahui sedang berada di Tanah Suci. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam promosi Juragan Kucek hanyalah sebatas pekerjaan membuat konten berbayar untuk postingan Instagram. “Teman-teman, untuk masalah yang Juragan Kucek itu, saya gak tahu apa-apa, cuma disuruh bikin postingan aja, dengan bayaran postingan Instagram. Jadi cuma sebatas kerjasama seperti itu aja,” ujar Melki Bajaj pada Kamis (29/1/2026).

Bintang film DoReMi & You ini mengaku baru mengetahui adanya masalah investasi bodong yang sedang ramai diperbincangkan. “Untuk masalah-masalah yang sedang terjadinya, saya juga gak ngerti apa-apa. Jadi baru tahu juga tentang masalah Juragan Kucek ini, seperti investasi bodong kayak gitu,” tuturnya.

Bukan Brand Ambassador

Melki juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan akibat postingannya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjadi brand ambassador Juragan Kucek, melainkan hanya melakukan kerja sama untuk membuat konten promosi di Instagram. “Kalau ada yang merasa dirugikan atau karena postingan saya. Mohon maaf sebesar-besarnya. Sekali lagi saya tidak ada sangkut-pautnya dengan brand ambassador Juragan Kucek. Bahkan saya gak pernah jadi brand ambassador, cuma postingan Instagram real saja. Terima kasih,” tegasnya.

Advertisement

Kasus Dugaan Investasi Bodong

Dugaan investasi bodong ini mencuat setelah Pablo Benua melalui firma hukumnya melaporkan PT Juragan Kucek Indonesia ke Bareskrim Polri. Perusahaan tersebut diduga menjalankan praktik investasi ilegal dengan modus menawarkan program kemitraan atau waralaba bisnis kios laundry dengan sistem bagi hasil.

Nama Melki Bajaj terseret karena muncul dalam salah satu video promosi. Penggunaan kata ‘kami’ dalam video tersebut oleh Melki menimbulkan dugaan bahwa ia merupakan bagian dari manajemen perusahaan.

Advertisement