Berita

KPK Ungkap ‘Pengepul’ Kembalikan Uang Pemerasan Bupati Pati Sudewo

Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo. Terbaru, KPK mengungkap adanya ‘pengepul’ yang mengembalikan uang hasil pemerasan kepada para calon perangkat desa. Temuan ini menambah kompleksitas kasus yang telah menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pati tersebut.

Strategi Bupati Pati dan ‘Tim 8’

Bupati Pati Sudewo ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ia diduga memanfaatkan tim suksesnya saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk melancarkan aksi pemerasan terhadap calon perangkat desa. Sudewo bahkan membentuk tim khusus yang diberi nama ‘Tim 8’ untuk memuluskan rencananya.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Sudewo, selaku Bupati Pati periode 2025-2030, bersama sejumlah anggota tim sukses atau orang kepercayaannya, meminta sejumlah uang dari para calon perangkat desa. Pembahasan rencana pengisian jabatan perangkat desa ini diketahui telah berlangsung sejak November 2025.

“Saudara SDW selaku Bupati Pati periode 2025-2030, bersama-sama dengan sejumlah anggota tim sukses (timses) atau orang-orang kepercayaannya, untuk meminta sejumlah uang kepada para Calon Perangkat Desa (Caperdes). Sejak bulan November 2025, diketahui SDW telah membahas rencana pengisian jabatan perangkat desa tersebut bersama timsesnya,” ujar Asep dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Empat Tersangka dalam Kasus Ini

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah:

  • Sudewo selaku Bupati Pati periode 2025-2030
  • Abdul Suyono selaku Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan
  • Sumarjiono selaku Kades Arumanis, Kecamatan Jaken
  • Karjan selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken

Pengakuan ‘Pengepul’ dan Imbauan KPK

KPK kemudian mengungkap adanya ‘pengepul’ yang telah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan informasi tersebut dan menyatakan pihaknya terus menelusuri temuan ini.

Advertisement

“Pada beberapa hari yang lalu, kami juga mendapatkan informasi adanya pihak-pihak pengepul ini yang juga kemudian sudah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa, sudah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa,” kata Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Meskipun demikian, Budi menegaskan bahwa pengembalian dana tersebut tidak akan menghapus proses hukum yang sedang berjalan. KPK akan tetap mengusut tuntas kasus ini.

“Tentu kami mengimbau bahwa pengembalian silakan dapat dilakukan kepada penyelidik. Dan tentu pengembalian uang tidak menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung di KPK,” ujarnya.

Identitas ‘Pengepul’ Masih Misteri

KPK mengungkap bahwa ‘pengepul’ tersebut berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Namun, identitas dan jabatan pasti dari ‘pengepul’ ini belum dapat diungkapkan ke publik.

“Betul, di lingkungan Pati,” ujar Jubir KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (1/2/2026), saat menjawab pertanyaan mengenai apakah ‘pengepul’ adalah pejabat Pemkab Pati. Ia menambahkan, “Detilnya belum bisa kami sampaikan.”

Advertisement