Sepakbola

Juventus Takluk 2-5 dari Galatasaray, Pertahanan Rapuh Jadi Sorotan Utama

Advertisement

Turin – Juventus menelan kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray dalam leg pertama playoff Liga Champions di Rams Park, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Pertahanan rapuh menjadi sorotan utama atas hasil mengecewakan tersebut.

Babak Pertama yang Menjanjikan

Meski tertekan habis-habisan sejak awal babak pertama, Juventus sempat menunjukkan performa menjanjikan. Tim berjuluk Si Nyonya Tua ini bahkan mampu unggul 2-1 berkat dua gol dari Teun Koopmeiners, setelah sempat tertinggal lebih dulu. Tiga peluang emas tercipta dari total lima upaya tembakan Juventus di babak pertama, berbanding 19 milik Galatasaray.

Penurunan Performa di Babak Kedua

Namun, performa Juventus menurun drastis di babak kedua. Hanya dua upaya tembakan yang mampu diciptakan tim tamu di paruh kedua pertandingan. Galatasaray memanfaatkan momentum tersebut untuk bangkit dan unggul 3-2 dalam 20 menit pertama babak kedua.

Kartu Merah dan Kehancuran Pertahanan

Situasi Juventus semakin memburuk setelah Juan Cabal menerima kartu merah. Hal ini membuat pertahanan Juventus semakin terekspos dan kebobolan dua gol tambahan dari Noah Lang serta Sacha Boye, mengakhiri laga dengan skor 2-5.

Tugas Berat di Leg Kedua

Kini, Juventus menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua pekan depan. Kondisi lini belakang yang rapuh menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim.

Advertisement

Statistik Kebobolan Mengkhawatirkan

Sofascore mencatat Juventus telah kebobolan 13 gol dalam empat laga terakhir, rata-rata lebih dari tiga gol per pertandingan. Ini merupakan jumlah kebobolan terbanyak klub dalam periode empat laga sepanjang Abad ke-21.

Komentar Pelatih Luciano Spalletti

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, menyoroti pentingnya penguasaan bola untuk meringankan beban pertahanan. “Saya yakin kami bisa meringankan beban kerja pemain bertahan jika kami bisa memainkan bola dengan baik. Jika kami bertahan total dan cuma mengandalkan serangan balik, tidak ada pemain kami yang cocok, kami tidak punya pertahanan yang solid untuk membendungnya,” ujar Spalletti seperti dikutip dari Football Italia.

Ia menambahkan, “Jadi saya rasa menyerang adalah cara bertahan yang bagus, terutama jika kita mau ngegas. Jika kualitas permainan menurun, maka siap-siap saja berisiko kebobolan banyak gol.”

Advertisement