JAKARTA – Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal sebagai Bali-Nusra. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali-Nusra, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
InJourney bersama Pemprov Bali-Nusra bersinergi untuk meningkatkan layanan bandara dan pengelolaan kawasan pariwisata. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem destinasi yang saling terhubung dan terintegrasi.
Para gubernur mengapresiasi model layanan pariwisata terintegrasi yang dikembangkan InJourney Group. Model ini mencakup akses bandara hingga pengelolaan kawasan, yang dinilai mampu memperkuat kemudahan perjalanan wisatawan, efektivitas penyelenggaraan event, serta daya saing destinasi.
Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney berkomitmen mengintegrasikan konektivitas dari hulu ke hilir. Ini meliputi layanan bandara, aviasi, hingga pengelolaan destinasi pariwisata. Melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), yang bertindak sebagai pengelola kawasan, InJourney memastikan pengembangan destinasi dilakukan secara terintegrasi, berkualitas, dan berkelanjutan.
Integrasi Layanan Tingkatkan Trafik Wisatawan
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa integrasi layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar destinasi, tetapi juga mendorong peningkatan trafik wisatawan di Bali, NTB, dan NTT. “Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kerja sama Bali-Nusra serta menciptakan peningkatan trafik wisatawan dan dampak ekonomi sosial yang nyata bagi daerah,” tutur Maya Watono, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
ITDC, sebagai bagian dari InJourney Group, memegang peran strategis dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori. Kawasan ini menjadi tuan rumah penandatanganan PKS lintas provinsi tersebut.
Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa kerja sama Bali-Nusra merupakan langkah strategis untuk membangun kawasan pariwisata yang saling terhubung dan berkelanjutan. “Kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi, peningkatan konektivitas destinasi, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” kata Ahmad Fajar.
The Golo Mori Jadi Hub MICE Strategis
Pemilihan GMCC sebagai lokasi penandatanganan perjanjian didasarkan pada daya dukung infrastruktur yang memadai untuk agenda pertemuan berskala nasional maupun internasional. Kepercayaan ini mencerminkan kesiapan Kawasan The Golo Mori sebagai ruang kolaborasi strategis lintas wilayah dan lintas sektor di masa mendatang.
GMCC, yang diresmikan pada 2023, dirancang sebagai ruang pertemuan strategis yang memadukan fasilitas MICE berstandar dunia dengan keindahan lanskap alam Indonesia Timur. Kehadirannya merepresentasikan pengembangan Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan daya saing global.
General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menekankan makna strategis kerja sama Bali-Nusra yang lebih luas. “Kami memandang Bali-Nusra bukan sekadar kolaborasi antarwilayah, melainkan sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi. GMCC di Kawasan The Golo Mori diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang inklusif, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” jelas Aji Munarwiyanto.
Selain gedung konvensi berkapasitas hingga 2.000 orang, Kawasan The Golo Mori juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti Nuka Beach Club untuk kuliner dan rekreasi tepi pantai, serta heliport untuk mendukung konektivitas VIP dan penyelenggaraan event strategis. Rencana pengembangan amenitas kawasan di sejumlah titik lain juga menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan terpadu untuk menunjang aktivitas MICE, pariwisata, dan agenda berskala nasional maupun internasional secara berkelanjutan.
Melalui momentum ini, InJourney dan ITDC memperkuat peran The Golo Mori sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur. Hal ini dilakukan melalui layanan pariwisata terintegrasi yang menghubungkan bandara, destinasi, dan kawasan, guna mendorong kolaborasi regional, memperluas dampak ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta MICE dunia.






