Selebriti

Ikang Fawzi Kecewa dan Tersinggung Atas Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji 2026

Advertisement

Musisi senior Ikang Fawzi mengungkapkan kekecewaan dan rasa tersinggung atas keputusan pencopotan putrinya, Chiki Fawzi, dari posisi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026. Chiki, yang telah mengikuti seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan, mendadak batal bertugas di Tanah Suci.

Dugaan Kaitan Sikap Kritis Chiki di Media Sosial

Pencopotan Chiki Fawzi ini diduga kuat berkaitan dengan sikap kritisnya yang kerap ia unggah di media sosial. Keputusan mendadak ini memicu reaksi keras dari Ikang Fawzi, yang menilai tindakan tersebut tidak profesional dan tidak bijaksana.

“Ya, bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini… tapi saya pikir ya itu urusan. Lo punya gawean, ya terserah lo. Mau tidak bijaksana, itu urusan lo,” ujar Ikang Fawzi saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

Dukungan Penuh Ayah untuk Sikap Kritis Sang Putri

Meskipun sikap kritis Chiki diduga menjadi pemicu pembatalan, Ikang Fawzi justru memberikan dukungan penuh. Ia berpandangan bahwa sikap kritis adalah kualitas penting yang harus dimiliki generasi muda demi masa depan mereka.

“Intinya aku sangat senang mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab. Karena anak muda harus kritis dan bertanggung jawab, sebab masa depan milik mereka. Masa depan itu tidak gratis, mereka harus merebut masa depan mereka sendiri,” tegas Ikang Fawzi.

Chiki Fawzi Maknai Kejadian dengan Bijak

Di balik rasa kecewa, Ikang Fawzi mengaku bangga melihat kedewasaan Chiki Fawzi dalam menyikapi peristiwa ini. Chiki mampu memaknai pencopotan tersebut sebagai bagian dari izin dan kehendak Tuhan.

Advertisement

“Satu hal yang aku dapat dari anakku adalah, ‘Ayah, Kiki bisa naik haji itu semuanya atas izin Allah’. Itu artinya segalanya. Kalau sekarang tidak jadi berangkat, berarti belum diizinkan. Mungkin memang belum baik ke depannya,” tutur Ikang Fawzi menirukan ucapan putrinya.

Momen Sederhana Pererat Ikatan Keluarga

Untuk menenangkan hati Chiki, Ikang Fawzi memilih cara sederhana dengan menghabiskan waktu bersama, salah satunya dengan makan bakso. Momen ini ia jadikan sarana untuk menunjukkan bahwa keluarga adalah tempat pulang yang aman.

Bagi Ikang Fawzi, peristiwa ini justru menjadi ujian yang mempererat hubungan keluarga. Ia meyakini bahwa keluarga yang kompak dan solid merupakan fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang sehat, terlepas dari tantangan apa pun yang datang dari luar.

“Keluarga itu akan semakin kompak dan semakin solid. Karena bagaimanapun juga, keluarga yang solid itulah yang bisa membuahkan masyarakat yang sehat ke depannya,” pungkas Ikang Fawzi.

Advertisement