LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT – Pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kembali diperpanjang hingga 1 Februari 2026 menyusul prakiraan cuaca maritim yang masih menunjukkan potensi angin kencang dan gelombang tinggi.
Perpanjangan Penutupan Pelayaran
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyatakan bahwa perpanjangan ini didasarkan pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Ya, berdasar prakiraan cuaca maritim BMKG yang juga dilampirkan di NTM (Notice to Mariners),” ujar Stephanus, dilansir detikBali, Kamis (29/1/2026).
Selama masa penutupan total ini, seluruh kapal wisata, baik jenis pinisi maupun kapal cepat (speedboat), dilarang berlayar menuju Taman Nasional Komodo dan destinasi wisata lainnya di kawasan Labuan Bajo.
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Tinggi
Stephanus menjelaskan bahwa perpanjangan penutupan pelayaran kapal wisata dilakukan karena masih terdeteksi adanya potensi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo hingga tanggal 1 Februari mendatang, sesuai dengan prediksi BMKG.
Menindaklanjuti hal tersebut, KSOP Labuan Bajo telah menerbitkan Maklumat Pelayaran tentang Peringatan Potensi Cuaca Ekstrem. Selama periode penutupan sementara ini, pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata tidak dilayani.
“Pelayanan SPB untuk kapal wisata termasuk Speedboat ditutup sementara tanggal 29 Januari-1 Februari 2026 atau sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG,” tegas Stephanus.






