Berita

Buruh Tuntut Prabowo Tarik RI dari Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Advertisement

Massa buruh mendesak pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk menarik diri dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza atau yang dikenal sebagai Board of Peace (BoP). Tuntutan ini dilayangkan karena massa menganggap keikutsertaan Indonesia dalam dewan tersebut berarti duduk bersama dengan Israel.

Tiga Tuntutan Utama Massa Buruh

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan tiga tuntutan utama dalam orasinya di depan kantor PBB Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/1/2026). Tuntutan pertama adalah agar Indonesia segera keluar dari Dewan Perdamaian Gaza.

“Yang pertama adalah meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian Gaza atau kita kenal dengan Board of Peace Gaza,” ujar Said Iqbal.

Said Iqbal menjelaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam dewan tersebut akan menempatkan Indonesia sejajar dengan Israel. Ia menekankan bahwa Israel merupakan negara penjajah bangsa Palestina dan tidak pernah diakui keberadaannya oleh Indonesia sejak masa kemerdekaan.

“Bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian Gaza akan membuat Indonesia duduk bersama dengan Israel, negara penjajah bangsa Palestina, yang dari semenjak Indonesia merdeka tidak pernah mengakui keberadaan Israel di negara Palestina,” tegasnya.

Keterlibatan Palestina dan Perbandingan Sejarah

Said Iqbal juga menyoroti absennya partisipasi bangsa Palestina dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Ia menarik perbandingan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

“Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat ini tidak melibatkan bangsa Palestina. Mau nggak Indonesia, andaikan, sekali lagi saya bilang andaikan, ketika Perjanjian Meja Bundar dengan bangsa penjajag Belanda sekitar tahun 1946-an, di mana bangsa Amerika mengundang Belanda tapi tidak mengundang bangsa Indonesia di dalam perjanjian meja bundar tersebut untuk membicarakan tentang kemerdekaan Indonesia? Tentu bangsa Indonesia tidak mau,” tuturnya.

Meskipun demikian, Said Iqbal menyatakan dukungan penuh terhadap upaya PBB dalam mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Ia berharap perdamaian tersebut tercipta atas prakarsa PBB, bukan melalui dewan bentukan Trump.

Advertisement

“Kami mendukung perdamaian dan kemerdekaan bangsa Palestina atas prakarsa dan kerja PBB, bukan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Donald Trump. Oleh karena itu, kami bersama PBB berdiri untuk kemerdekaan dan perdamaian bangsa Palestina, khususnya perdamaian di Gaza,” imbuhnya.

Tuntutan ketiga adalah kemerdekaan bangsa Palestina. Said Iqbal menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan PBB adalah membebaskan setiap negara dari penjajahan, bukan sekadar menciptakan perdamaian di Gaza.

“Yang ketiga, merdekakan bangsa Palestina. Karena tujuan utama dibentuknya PBB adalah setiap negara lepas dari penjajahan. Bukan hanya perdamaian di Gaza, tapi bangsa Palestina harus merdeka,” katanya.

Ancaman Aksi Lebih Besar

Said Iqbal berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mendengar aspirasi massa buruh. Ia mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar apabila pemerintah Indonesia tidak mengindahkan tuntutan agar keluar dari Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump.

“Kita akan melakukan aksi yang lebih besar bilamana pemerintah Indonesia tidak mendengarkan aspirasi kaum buruh yang dibawakan oleh Partai Buruh,” ancam Said Iqbal.

Kondisi Lalu Lintas dan Atribut Aksi

Aksi yang digelar oleh Partai Buruh dan serikat buruh di depan kantor perwakilan PBB di Jakarta Pusat ini sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar Jalan MH Thamrin. Massa buruh mulai berkumpul di depan Menara Thamrin pada pukul 10.25 WIB, mengenakan atribut organisasi buruh masing-masing.

Terlihat satu mobil komando yang memandu jalannya aksi. Bendera dari berbagai organisasi buruh seperti Partai Buruh dan KSPI, serta bendera Palestina dan spanduk tuntutan, turut dibawa oleh massa.

Rincian Tiga Tuntutan Buruh:

  • Mendukung penguatan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menciptakan perdamaian di muka bumi.
  • Menolak masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).
  • Mendukung kemerdekaan Palestina tanpa campur tangan Israel.
Advertisement