Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial CS mengalami luka serius akibat diserang oleh delapan ekor anjing liar di Kampung Cilimus, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (29/1/2026) siang, menyebabkan korban mengalami luka robek dan gigitan di sekujur tubuh, bahkan sempat tidak sadarkan diri.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, terlihat tubuh CS yang masih berseragam SD digendong oleh seorang pria dewasa. Bekas gigitan terlihat jelas di bagian perut, kaki, hingga lengan, disertai pendarahan yang cukup parah.
Menurut Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, CS sedang berjalan kaki menuju rumahnya sepulang sekolah ketika insiden tersebut terjadi. Tiba-tiba, delapan anjing liar yang berkumpul di jalur menuju rumahnya langsung menyerang korban.
“Saat kejadian korban jalan kaki setelah pulang sekolah. Seketika itu diserang anjing liar yang bergerombol,” ujar Ahmad Saepudin, mengutip informasi dari detikJabar, Jumat (30/1/2026).
Ahmad menjelaskan bahwa CS sempat berusaha melarikan diri, namun akhirnya terjatuh dan terus diserang oleh kawanan anjing tersebut. Serangan baru berhenti setelah seorang warga yang kebetulan melintas segera mengusir anjing-anjing itu dan menyelamatkan korban.
“Saat kejadian ada warga yang melintas. Warga yang melintas langsung berusaha mengusir anjing-anjing itu, dan korban diselamatkan. Namun, anjing liar itu sempat kembali dan berusaha menyerang warga yang menyelamatkan,” tuturnya.
Akibat serangan tersebut, CS mengalami luka serius di kepala dan badannya. “Bahkan terdapat luka robek di bagian kepala, hingga dijahit sebanyak empat jahitan. Belum lagi luka gigitan di perut, tangan, dan kaki. Korban langsung dibawa ke puskesmas dan akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena kondisi lukanya parah,” ungkap Ahmad.
Warga yang geram dengan kejadian tersebut kemudian bergerak cepat memburu dan membunuh kawanan anjing liar itu. Tindakan ini diambil karena kekhawatiran anjing-anjing tersebut akan kembali menyerang anak-anak atau warga lain di sekitar lokasi.
“Kemungkinan itu kawanan anjing liar yang kelaparan. Bukan anjing rabies, karena bergerombol sedangkan yang rabies biasanya penyendiri. Warga sudah menangkap dan membunuh semua anjing yang menyerang. Selain geram, juga takut menyerang anak-anak lainnya,” jelas Ahmad.
Kepala Puskesmas Campaka, Tito Nurtansah, mengonfirmasi bahwa korban memang mengalami luka serius. “Luka robek bekas gigitan anjing pada korban ini memang cukup banyak, mulai dari badan, tangan, kaki, bahkan kepalanya memerlukan hingga 8 jahitan. Sehingga kami harus merujuknya ke rumah sakit,” kata Tito.
Korban kemudian dirujuk ke RSUD Sayang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut atas luka-lukanya yang cukup parah.






