Barcelona akhirnya secara resmi menyatakan mundur dari proyek European Super League. Keputusan ini membuat Real Madrid menjadi satu-satunya klub penggagas yang tersisa dalam kompetisi yang sempat menghebohkan dunia sepak bola Eropa.
Proyek Ambisius yang Ditolak Publik
European Super League pertama kali diumumkan pada April 2021 sebagai sebuah kompetisi yang berdiri terpisah dari Liga Champions. Sebanyak dua belas klub elite Eropa, termasuk nama-nama besar seperti Real Madrid, Juventus, Manchester United, Chelsea, dan Barcelona, menjadi anggota pendiri. Tujuan utama proyek ini adalah memberikan kendali pendapatan yang lebih besar kepada klub-klub raksasa dan menawarkan alternatif permanen dari kompetisi yang dikelola UEFA.
Namun, tak lama setelah diluncurkan, Super League menuai reaksi publik yang beragam, cenderung negatif. Banyak pihak menganggap kompetisi ini akan mengancam keseimbangan sepak bola yang sudah ada. Akibat penolakan keras ini, sembilan dari dua belas klub pendiri memutuskan untuk mundur hanya dalam waktu kurang dari 48 jam sejak pengumuman awal. Hanya Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang bertahan.
Barcelona Menyusul Juventus, Madrid Tinggal Sendirian
Proses selanjutnya melihat Juventus juga menyatakan mundur dari Super League, menyisakan Barcelona dan Real Madrid. Kini, Barcelona pun secara resmi mengundurkan diri pada Sabtu (7/2), meninggalkan Real Madrid benar-benar sendirian sebagai anggota Super League.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyatakan bahwa klubnya telah memiliki rencana lain untuk meningkatkan pendapatan dan prestasi di masa depan. Oleh karena itu, Super League dinilai bukan lagi menjadi opsi yang menguntungkan bagi Barcelona.
“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League,” demikian bunyi pernyataan resmi Barcelona.
Dengan hanya menyisakan Real Madrid, pertanyaan besar muncul mengenai kelanjutan Super League. Akankah kompetisi ini tetap bisa berjalan tanpa dukungan mayoritas klub besar Eropa? Jawabannya masih harus ditunggu.






