Liverpool meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sunderland dalam laga yang berlangsung di markas lawan pada Kamis (12/2/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Virgil van Dijk tercipta dari situasi sepak pojok, setelah berbagai upaya dari permainan terbuka gagal membuahkan hasil.
Dominasi Permainan, Minim Efektivitas
Secara statistik, tim tamu mendominasi jalannya pertandingan dengan melepaskan 23 tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan satu tendangan membentur tiang. Namun, pertahanan rapat Sunderland yang menerapkan blok rendah terbukti menyulitkan Liverpool untuk menciptakan peluang bersih.
Arne Slot Mulai Terbiasa dengan Kebiasaan Tim
Manajer Liverpool, Arne Slot, mengakui bahwa timnya kerap kali kurang efisien dalam memanfaatkan peluang yang didapat, terutama saat menghadapi tim promosi atau tim yang bermain bertahan. Ia menyatakan bahwa kebiasaan ini sudah mulai ia terima.
“Saya semakin terbiasa dengan kenyataan bahwa kami sering melewatkan banyak peluang, dan itu terjadi lagi,” ungkap Slot, dikutip dari Liverpool Echo. “Pengecualian besar dibandingkan dengan pertandingan lain melawan tim promosi, atau saat kami main lebih baik, adalah kami sebelumnya tidak bisa mencetak gol dari set piece dan biasanya kebobolan satu gol dari sana.”
“Tapi kami berhasil mencetak gol dan itulah bedanya dengan semua pertandingan saat kami kehilangan poin-poin,” tambahnya.
Strategi Blok Rendah Jadi Kendala
Arne Slot memang kerap mengeluhkan kesulitan timnya saat menghadapi tim-tim ‘kecil’ yang memilih bermain bertahan dengan blok rendah. Meskipun mendominasi penguasaan bola, Liverpool kesulitan menemukan celah di pertahanan lawan dan seringkali tidak efektif dalam penyelesaian akhir. Situasi ini terkadang dimanfaatkan lawan melalui serangan balik cepat atau bola mati.






