Lionel Messi mengungkapkan tantangan unik dalam mendidik ketiga buah hatinya, Thiago, Mateo, dan Ciro, yang semuanya memiliki keinginan kuat untuk bermain di posisi nomor 10. Pengakuan ini disampaikan Messi dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Simplemente Futbol.
Karakter Berbeda, Ambisi Sama
Dalam sesi wawancara yang membahas kehidupan pribadinya, Messi menuturkan bahwa ketiga anaknya memiliki kepribadian yang berbeda namun sama-sama menyukai sepak bola. “Thiago lebih banyak berpikir, lebih terorganisir, lebih banyak merencanakan,” ujar Messi mengenai anak sulungnya. Sementara itu, Mateo digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan lebih menyerang. “Mateo, ya, dia lebih seperti penyerang, dia suka mencetak gol dan tetap dekat dengan gawang. Tapi jujur, dia cerdas dalam bermain,” jelas Messi. Adapun Ciro, anak bungsunya, memiliki karakter yang lebih eksplosif dan agresif.
Namun, di balik perbedaan karakter tersebut, ada satu kesamaan yang membuat Messi sedikit pusing. “Lucunya adalah, mereka semua ingin bermain di posisi yang sama. Mereka ingin menjadi nomor 10,” ungkapnya dengan nada geli.
Thiago Messi Bersinar di MLS U-13
Di tengah dinamika keluarga tersebut, Thiago Messi, anak sulung Lionel Messi, baru-baru ini menunjukkan performa gemilang dalam laga U-13 MLS melawan Atlanta United. Thiago berhasil memborong 11 gol, membawa timnya, Inter Miami, meraih kemenangan telak 12-0. Gol-gol tersebut dicetak Thiago di babak pertama (menit ke-12, 27, 30, 35, dan 44) serta babak kedua (menit ke-51, 57, 67, 76, 87, dan 89).
Penampilan impresif Thiago ini sontak menarik perhatian publik di dunia maya. Banyak yang menilai bocah berusia 12 tahun itu mewarisi bakat luar biasa dari ayahnya. Meskipun berada di bawah sorotan sebagai anak dari salah satu pemain sepak bola terhebat sepanjang masa, Messi meyakini anak-anaknya belum terpengaruh oleh tekanan.
“Mereka masih kecil, sangat polos. Tapi tekanan akan datang nanti, ketika orang-orang mulai berkata, ‘kamu anak Messi, kamu harus bermain bagus,'” pungkasnya, menyadari bahwa tekanan itu tak terhindarkan seiring berjalannya waktu.






