Berita

Ahmad Ali Ingatkan Kader PSI: Dekati Ulama untuk Belajar, Bukan Sekadar Meraih Suara

Advertisement

Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan arahan penting kepada para kadernya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) PSI yang diselenggarakan di Makassar. Ia menekankan pentingnya kedekatan dengan tokoh agama dan institusi keagamaan di daerah masing-masing.

Dekati Ulama untuk Belajar dan Menimba Ilmu

Ahmad Ali menginstruksikan seluruh kader PSI untuk tidak menjaga jarak dengan realitas sosial-keagamaan di lingkungan mereka. “Saya berpesan, ketika saudara-saudara pulang kembali ke daerah asal, jangan pernah menjauhi tokoh-tokoh agama. Jangan pernah menjauhi pondok pesantren. Ketika kalian lelah, ketika kalian capek, datanglah ke pondok pesantren, datanglah ke sekolah-sekolah agama untuk belajar dan menimba ilmu,” ujar Ahmad Ali dalam Rakernas PSI, seperti dikutip dari keterangan yang diterima, Jumat (30/1/2026).

Instruksi ini bertujuan agar PSI tidak hanya dikenal sebagai partai yang identik dengan kaum muda dan logika, tetapi juga menunjukkan sikap santun serta penghormatan terhadap para ulama.

Jangan Jadikan Tokoh Agama Alat Politik

Meskipun mendorong kedekatan, Ahmad Ali secara tegas mengingatkan agar para kader tidak mendekati tokoh agama semata-mata untuk mencari suara demi kemenangan partai. “Ketika ada permasalahan yang kalian belum pahami, datanglah bertanya kepada ulama, kepada kiai. Jadikanlah mereka sebagai guru-guru kalian, tapi jangan jadikan mereka sebagai alat politik untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia,” tegasnya.

Advertisement

Melahirkan Pemimpin Utuh dan Berimbang

Lebih lanjut, Ahmad Ali menggarisbawahi visi PSI dalam membentuk pemimpin yang memiliki keseimbangan batin. “PSI ingin melahirkan pemimpin yang memiliki keseimbangan batin. Tidak hanya mengisi otaknya, tapi juga batinnya. Kita tidak ingin memisahkan dunia masyarakat (umat) dengan dunia politik. Lewat PSI, kita ingin mempersatukan ini,” tuturnya.

Ia juga meminta seluruh jajaran pengurus, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD), untuk memprioritaskan perumusan kebijakan dan penyelesaian pembangunan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah. “Kita bangun struktur sampai selesai. Setelah itu, barulah kita bicara tentang siapa yang akan jadi caleg. Supaya kepentingan pembangunan struktur tidak berbenturan dengan kepentingan pencalegan,” imbuhnya.

Advertisement