Badan sepak bola Eropa, UEFA, telah melancarkan investigasi menyusul laporan Vinicius Jr. yang mengklaim menjadi korban aksi rasisme oleh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam pertandingan leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam sanksi larangan bermain hingga 10 laga.
Insiden di Estadio da Luz
Pertandingan antara Benfica melawan Real Madrid yang digelar di Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Real Madrid. Gol tunggal kemenangan El Real dicetak oleh Vinicius Jr. melalui sebuah gol indah. Namun, momen kemenangan tersebut diwarnai insiden panas.
Usai melakukan selebrasi gol di sudut lapangan, Vinicius Jr. terlibat adu mulut dengan Gianluca Prestianni. Pemain asal Brasil itu melaporkan kepada wasit, Francois Letexier, bahwa Prestianni telah mengejeknya dengan sebutan ‘monyet’.
Dalam rekaman video, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan seragam saat beradu mulut dengan Vinicius Jr., membuat laporan tersebut sulit dibuktikan secara langsung di lapangan oleh wasit.
Protokol Anti-Rasisme Diaktifkan
Tindakan yang diduga rasisme tersebut membuat Vinicius Jr. sempat menolak untuk melanjutkan pertandingan. Wasit Francois Letexier kemudian memberikan isyarat ‘X’ kepada ofisial pertandingan untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme. Laga sempat dihentikan sementara selama 10 menit.
Situasi yang memanas sempat merembet ke bangku cadangan kedua tim, namun perlahan dapat dikendalikan sehingga pertandingan dapat dilanjutkan.
Pernyataan Resmi UEFA
UEFA menyatakan bahwa Komisi Disiplin dan Etika mereka telah ditugaskan untuk menyelidiki insiden tersebut secara mendalam. Jika Gianluca Prestianni terbukti bersalah melakukan tindakan rasisme, sanksi berat menanti gelandang berusia 20 tahun tersebut.
“Komisi Etika dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif selama babak play-off fase gugur Liga Champions UEFA 2025/2026 antara Club Benfica dan Real Madrid CF pada 17 Februari 2026. Informasi lebih lanjut mengenai masalah ini akan tersedia pada waktu mendatang,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA.
Penyelidikan ini menegaskan komitmen UEFA dalam memerangi segala bentuk diskriminasi di dunia sepak bola.






