Legenda sepak bola Jerman, Toni Kroos, melontarkan kritik tajam terhadap perlakuan Liga Arab Saudi terhadap megabintang Cristiano Ronaldo. Kroos berpendapat bahwa Saudi Pro League akan kehilangan daya tariknya secara signifikan jika Ronaldo memutuskan hengkang.
Ronaldo Mogok Main, Masa Depan di Al Nassr Dispekulasikan
Cristiano Ronaldo saat ini tengah menghadapi situasi pelik di klubnya, Al Nassr. Kapten Timnas Portugal tersebut dilaporkan menggelar aksi mogok bermain sejak awal Februari 2026. Akibatnya, ia absen dalam dua pertandingan terakhir ‘The Global Club’ melawan Al Riyadh dan Al Nassr.
Aksi mogok ini diduga merupakan bentuk protes Ronaldo terhadap Public Investment Fund (PIF). PIF, yang merupakan pemilik empat klub papan atas Arab Saudi termasuk Al Nassr, dinilai oleh Ronaldo tidak memberikan perlakuan yang adil. Ronaldo merasa PIF lebih memprioritaskan Al Hilal, rival Al Nassr, dibandingkan klub-klub lain di bawah kepemilikannya. Hal ini terlihat dari aktivitas transfer Al Hilal yang jauh lebih masif dibandingkan Al Nassr.
Keputusan Ronaldo untuk mogok bermain memicu spekulasi mengenai masa depannya di Al Nassr. Bintang berusia 41 tahun itu dikabarkan siap meninggalkan Arab Saudi untuk mencari tantangan baru di Eropa atau Amerika Serikat.
Kroos: Liga Saudi Tak Menghormati Ronaldo
Spekulasi mengenai masa depan Ronaldo di Arab Saudi turut mendapat perhatian dari mantan rekan setimnya di Real Madrid, Toni Kroos. Kroos menilai bahwa Saudi Pro League telah gagal menghormati Ronaldo, sosok yang dinilainya telah berhasil mengangkat pamor liga tersebut ke kancah global.
“Liga Saudi sangat berbeda. Tidak ada yang tahu tentang liga ini sebelum Cristiano datang,” ujar Kroos, mengutip dari Tribuna. Ia menambahkan, “Sekarang mereka tidak menghormati orang yang membawa mereka kejayaan internasional. Saya katakan, jika Ronaldo pergi besok, tidak akan ada yang menonton liga ini lagi.”
Bergabungnya Cristiano Ronaldo ke Al Nassr pada tahun 2023 memang telah membawa sorotan dunia terhadap Liga Arab Saudi. Fenomena ini diikuti oleh eksodus pemain-pemain top dunia lainnya ke Saudi Pro League.






