Sepakbola

Real Madrid Laporkan Gianluca Prestianni ke UEFA atas Dugaan Rasisme terhadap Vinicius Junior

Advertisement

Real Madrid secara resmi telah melaporkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, ke UEFA terkait dugaan komentar rasisme yang ditujukan kepada Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions. Klub raksasa Spanyol ini mengklaim telah menyerahkan seluruh bukti yang relevan kepada otoritas sepak bola Eropa tersebut.

Madrid Proaktif Usut Insiden Rasisme

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026, Real Madrid mengonfirmasi langkah hukum yang mereka ambil. Klub menyatakan telah aktif bekerja sama dengan penyelidikan yang dibuka oleh UEFA mengenai insiden yang dianggap tidak dapat diterima tersebut.

“Real Madrid C. F. mengumumkan bahwa hari ini telah menyerahkan semua bukti yang tersedia kepada UEFA terkait insiden yang terjadi pada Selasa, 17 Februari, selama pertandingan Liga Champions yang dimainkan tim kami di Lisbon melawan SL Benfica,” demikian bunyi pernyataan klub.

“Klub kami telah aktif bekerja sama dengan penyelidikan yang dibuka oleh UEFA terkait insiden rasisme yang tidak dapat diterima yang terjadi selama pertandingan tersebut.”

Real Madrid juga menegaskan apresiasinya terhadap dukungan yang diterima Vinicius Junior dari berbagai pihak di komunitas sepak bola global. Klub bertekad untuk terus berkolaborasi dengan semua lembaga terkait dalam upaya memberantas rasisme, kekerasan, dan kebencian dalam dunia olahraga maupun masyarakat.

Advertisement

Kronologi Insiden di Estadio da Luz

Insiden dugaan rasisme ini terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, dini hari WIB, dalam pertandingan leg pertama playoff 16 besar Liga Champions antara Benfica melawan Real Madrid di Estadio da Luz, Lisbon. Vinicius Junior menjadi sasaran serangan rasisme setelah berhasil mencetak gol untuk Real Madrid pada menit ke-50.

Saat merayakan golnya, Vinicius terlibat perdebatan dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Penyerang asal Brasil itu dilaporkan marah besar setelah Prestianni diduga melontarkan hinaan bernada rasisme, menyebutnya sebagai ‘monyet’.

Kemarahan Vinicius Junior sempat membuat pertandingan terhenti sementara. Keputusan untuk menunda laga diambil setelah Vinicius menolak untuk melanjutkan permainan, yang juga mendapat dukungan dari rekan-rekan setimnya di Real Madrid. Keributan juga sempat meluas ke area bench kedua tim, yang berujung pada pengeluaran dua kartu merah untuk staf pelatih tuan rumah.

Setelah jeda sekitar 10 menit, pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan. Real Madrid berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Benfica berkat gol tunggal dari Vinicius Junior.

Advertisement