Real Madrid dan UEFA mengumumkan tercapainya kesepakatan damai untuk menyelesaikan sengketa hukum terkait proyek European Super League. Kesepakatan ini dicapai setelah berbulan-bulan negosiasi yang bertujuan untuk kebaikan sepakbola klub Eropa.
Kesepakatan Demi Kebaikan Sepakbola Klub Eropa
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (11/2) malam WIB, Real Madrid menyatakan bahwa UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF telah mencapai kesepakatan prinsip. Kesepakatan ini menekankan prinsip prestasi olahraga, keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui pemanfaatan teknologi.
“Kesepakatan prinsip ini juga akan berfungsi untuk menyelesaikan sengketa hukum mereka terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dan diimplementasikan,” demikian bunyi pernyataan Real Madrid.
Sengketa Berawal dari Proyek Super League
Perseteruan antara Madrid dan UEFA bermula dari proyek European Super League yang digagas pada tahun 2021. Real Madrid, sebagai salah satu penggagas, sempat menuntut ganti rugi senilai 4,5 miliar Euro kepada UEFA. Tuntutan ini muncul setelah pengadilan Uni Eropa menilai UEFA melanggar prinsip persaingan bebas dengan mengancam proyek Super League pada tahun 2021.
Pembicaraan intensif antara pejabat tinggi UEFA dan perwakilan Real Madrid telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir untuk mencari solusi atas masalah ini.
Proyek Super League dan Penolakan
Proyek European Super League digagas oleh Real Madrid bersama 11 tim raksasa Eropa lainnya pada tahun 2021. Kompetisi baru ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk UEFA.
Akibat tekanan tersebut, klub-klub Inggris seperti Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal, segera menarik diri dari turnamen. Menyusul kemudian, klub-klub lain seperti Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan juga mengundurkan diri. Juventus baru menyatakan mundur pada tahun 2023, sementara Barcelona menyusul pada 7 Februari lalu. Real Madrid menjadi tim terakhir yang bertahan dalam proyek ini sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan UEFA.






