Sepakbola

Mantan Pemain Al Ittihad Sebut Karim Benzema Pecundang Usai Pindah ke Al Hilal

Advertisement

Kepindahan bintang sepak bola Prancis, Karim Benzema, dari Al Ittihad ke rivalnya, Al Hilal, memicu kemarahan mantan pemain Al Ittihad, Mohammed Noor. Benzema, yang telah membela Al Ittihad selama dua setengah musim sejak bergabung pada 2023, dikabarkan meninggalkan klub Riyadh tersebut karena tidak menerima tawaran kontrak baru yang dianggapnya aneh.

Superstar yang pernah bersinar di Real Madrid itu dilaporkan merasa dipermalukan dan terhina karena Al Ittihad menawarinya kontrak tanpa bayaran pokok, meskipun ia tetap mendapatkan keuntungan penuh atas hak citranya. Hal ini diduga berkaitan dengan gaji Benzema yang mencapai 100 juta dolar AS per musim pada kontrak lamanya.

Menjelang penutupan bursa transfer musim dingin, Karim Benzema memutuskan untuk memutus kontraknya dengan Al Ittihad dan segera bergabung dengan Al Hilal. Debutnya bersama klub baru pun terbilang gemilang, ia berhasil mencetak hat-trick ke gawang Al Okhdood dalam pertandingan Liga Arab Saudi yang dimenangkan Al Hilal dengan skor 6-0.

Tudingan ‘Main Belakang’

Mohammed Noor secara terbuka menuding Benzema melakukan ‘main belakang’ dalam proses kepindahannya ke Al Hilal. Menurut Noor, tindakan Benzema telah melukai perasaan para penggemar Al Ittihad yang telah memberikan dukungan penuh.

Advertisement

“Kontrak Karim Benzema kan sejatinya berakhir pada 30 Juni 2026, dan dia telah menerima dua tawaran dari Al Ittihad untuk memperbaruinya, tapi dia mengulur waktu sampai mencapai kesepakatan dengan Al Hilal,” tuding Noor, seperti dikutip dari Mundo Deportivo.

Noor menambahkan bahwa Benzema telah mencapai kesepakatan dengan Al Hilal tanpa sepengetahuan direksi Al Ittihad. “Kemudian dia datang untuk menekan manajemen klub, yang sudah membuat tawaran untuk dia, tapi dia tidak merespons karena dia sudah menyepakati semuanya dengan direksi Al Hilal.”

Lebih lanjut, Noor menyuarakan kekecewaannya terhadap sikap Benzema. “Bukankah fans yang sudah mendukung dia dan menyanyikan namanya selama ini pantas mendapatkan ucapan terima kasih sebelum dia pergi? Dialah pecundangnya, bukan Al Ittihad,” tegas Noor.

Advertisement