Sepakbola

Di Canio Murka Lihat Wakil Italia Babak Belur di Liga Champions, Soroti Performa Buruk

Advertisement

Tiga wakil Italia menelan kekalahan telak pada leg pertama babak play-off 16 besar Liga Champions 2026. Juventus takluk 2-5 dari Galatasaray, Inter Milan kalah 1-3 dari Bodo/Glimt, dan Atalanta menyerah 0-2 dari Borussia Dortmund. Hasil ini semakin memperburuk catatan wakil Italia setelah Napoli lebih dulu terdepak di fase grup.

Kemarahan Paolo Di Canio

Melihat performa buruk tim-tim Italia, legenda sepak bola Italia, Paolo Di Canio, mengungkapkan kekesalannya. Ia menyoroti inkonsistensi dan kebobolan banyak gol yang dialami wakil Italia.

“Jangan sebut-sebut Premier League, yang berada di level berbeda. Persepsi kita tentang sepakbola Italia adalah bahwa kita fenomenal. Namun, kita bermain tandang melawan PSV dan kebobolan enam gol,” ujar Di Canio dalam acara di Sky Sport Italia, seperti dikutip dari TMW.

Di Canio menambahkan, “Musim ini, banyak yang mengira Napoli akan melangkah entah ke mana di Liga Champions, lalu mereka kebobolan enam gol melawan tim (PSV) yang hanya mengumpulkan tiga poin melawan mereka, dan kemudian lima gol dalam tujuh pertandingan lainnya. Inter kebobolan lima gol di Final Liga Champions melawan PSG, tetapi bisa saja menjadi 10 gol.”

Advertisement

Kritik Perbandingan Malen dengan Vialli

Di Canio juga menanggapi pernyataan pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, yang menyamakan performa Donyell Malen dengan legenda Gianluca Vialli. Di Canio menilai Malen belum layak disandingkan dengan Vialli.

“Dia berusia 27 tahun, dan tidak ada yang pernah memperhatikannya. Di Aston Villa, dia adalah pemain cadangan untuk Rodgers dan Watkins, yang lebih kuat,” tegas Di Canio.

“Dia datang ke sini (Italia) dan mencetak lima gol dalam lima pertandingan, dan kita menyeret Vialli ke dalam masalah ini? Kakakku tersayang, semoga kau tenang di surga, maaf mereka menyebut namamu,” pungkasnya.

Advertisement