AS Roma dipastikan melaju langsung ke babak 16 besar Liga Europa setelah meraih hasil imbang melawan Panathinaikos. Kepastian ini membuat tim berjuluk Il Lupi tersebut terhindar dari jadwal padat yang harus dilakoni jika harus melalui babak playoff.
Jalannya Pertandingan yang Dramatis
Dalam laga lanjutan Liga Europa yang digelar di kandang Panathinaikos pada Jumat (30/1/2026), Roma harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-15. Gianluca Mancini diganjar kartu merah langsung oleh wasit, yang membuat situasi pertandingan menjadi lebih sulit bagi tim tamu.
Kalah jumlah pemain tidak mengendurkan semangat Roma, namun Panathinaikos berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Vicente Taborda pada menit ke-58. Roma baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-80 berkat gol Jan Ziolkowski. Hasil imbang 1-1 ini terbukti cukup untuk mengamankan tiket 16 besar.
Posisi Klasemen dan Syukur Pelatih
Dengan hasil tersebut, Roma finis di peringkat kedelapan klasemen league phase dengan total 16 poin. Posisi kedelapan merupakan batas terakhir bagi klub untuk lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui babak playoff.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian timnya. Ia menilai lolos langsung ke 16 besar akan sangat membantu timnya terhindar dari potensi jadwal yang terlalu padat.
Kekhawatiran Gasperini Terhadap Jadwal dan Cedera
Meskipun yakin Roma mampu melewati babak playoff, Gasperini menyatakan kekhawatirannya terhadap padatnya jadwal yang akan dihadapi jika timnya harus bertanding di babak tersebut. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat Roma saat ini tengah dilanda badai cedera.
“Saya tidak tahu apakah kami termasuk favorit atau tidak, tetapi kami jelas telah meningkat seiring berjalannya kompetisi, mendapatkan kepercayaan diri dan pengalaman. Tidak akan menjadi masalah bagi saya jika kami berada di babak play-off, hanya dua pertandingan dan bisa menjadi kesempatan berharga untuk menguji pemain yang berbeda,” ujar Gasperini dikutip dari Football Italia.
Namun, ia menambahkan, “Masalahnya adalah jadwal yang padat, karena cedera menjadi lebih mungkin terjadi jika Anda bermain terlalu sering. Itu satu-satunya hal negatif. Jika saya bisa memilih, saya akan lebih banyak bermain dan lebih sedikit berlatih.”
Keputusan untuk menghindari babak playoff ini diharapkan dapat menjaga kebugaran pemain dan meminimalkan risiko cedera lebih lanjut, sehingga Roma dapat tampil optimal di babak 16 besar.






