Liverpool, 20 Februari 2026 – Manajer Liverpool, Arne Slot, menyerukan tindakan yang lebih tegas untuk memberantas rasisme dalam dunia sepak bola menyusul insiden yang melibatkan Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior. Insiden ini terjadi saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica dalam leg pertama play-off 16 besar Liga Champions di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor 1-0 berkat gol Vinicius Junior pada menit ke-50. Selebrasi gol Vinicius memicu reaksi keras dari pemain dan pendukung Benfica. Gianluca Prestianni dituding melakukan hinaan bernada rasial dengan menyebut Vinicius Junior sebagai ‘monyet’ sambil menutup mulutnya dengan jersey.
Situasi ini diperkirakan akan menjadi tantangan bagi UEFA untuk melakukan investigasi. Benfica dilaporkan sedang berusaha melindungi Prestianni dari tuduhan tersebut, sementara Real Madrid dikabarkan telah mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden ini.
Menanggapi hal tersebut, Arne Slot menyatakan, “Secara umum, Anda tidak akan pernah bisa berbuat secukupnya, Anda selalu bisa berbuat lebih banyak untuk memastikan hal ini (rasisme dalam sepakbola) tidak pernah terjadi lagi.”
Pelatih asal Belanda itu menambahkan, “Komunitas sepakbola harus berusaha melakukan lebih dari yang dilakukan masyarakat. Mungkin itu tidak terlalu sulit. Protokol dalam pertandingan diikuti; itu langkah pertama.”
Slot berharap para pemainnya dan wasit dapat merespons insiden serupa dengan cepat dan tegas. “Saya berharap para pemain saya akan bertindak dengan cara yang serupa – segera menanggapi hal itu, dan wasit bertindak dengan cara yang serupa,” tegasnya.






