Sepakbola

Ange Postecoglou Kritik Keras Tottenham: Slogan ‘To Dare Is To Do’ Hanya Pepesan Kosong

Advertisement

Pelatih Ange Postecoglou melontarkan kritik tajam terhadap klub lamanya, Tottenham Hotspur. Ia menilai slogan kebanggaan klub, ‘To Dare Is To Do’, hanyalah retorika kosong mengingat kebijakan transfer dan mentalitas yang ia saksikan selama menukangi The Lilywhites.

Fasilitas Megah, Skuad Biasa Saja

Dalam sebuah podcast bersama legenda Premier League seperti Gary Neville, Jamie Carragher, Roy Keane, dan Ian Wright, Postecoglou yang baru saja dipecat Tottenham meski berhasil mengakhiri puasa gelar 17 tahun dengan trofi Liga Europa 2024/25, mengungkapkan pandangannya.

Pria asal Australia itu mengakui kehebatan Tottenham dalam hal infrastruktur. “Mereka telah membangun stadion yang luar biasa, fasilitas latihan yang luar biasa, tetapi jika Anda melihat pengeluaran mereka, terutama struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar,” ujarnya.

Kebijakan Transfer yang Meragukan

Postecoglou menyoroti kebijakan transfer Tottenham yang dinilainya tidak sejalan dengan ambisi untuk bersaing di papan atas. Ia membandingkan rencananya dengan realitas yang terjadi.

“Bagaimana Anda bisa naik dari posisi kelima untuk benar-benar bersaing? Nah, kami harus merekrut pemain yang siap bermain di Premier League. Kami akhirnya merekrut Dominic Solanke, yang sangat saya sukai, dan tiga pemain remaja,” jelasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, “Saya mengincar Pedro Neto dan Bryan Mbeumo, Antoine Semenyo, dan Marc Guehi. Jika mau naik ke papan atas, itulah yang dilakukan klub-klub dengan membeli pemain berpengalaman. Tapi kami cuma beli tiga pemain remaja, walau mereka punya potensi, tapi mereka belum bisa bersaing sekarang.”

Mentalitas Kemenangan yang Hilang

Lebih lanjut, Postecoglou menilai petinggi Tottenham tidak memiliki mentalitas kemenangan yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

“Di mana-mana ada moto ‘To Dare Is To Do’. Namun tindakan klub hampir merupakan antitesis dari itu,” ketusnya.

Ia menutup kritiknya dengan tegas, “Saya pikir mereka tidak menyadari, untuk benar-benar menang Anda harus mengambil beberapa risiko di beberapa titik. Kalau Tottenham menganggap diri mereka klub besar, saya rasa tidak.”

Advertisement